Anggaran Bansos Corona Baru Tersalur 41 Persen

CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 10:28 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan realisasi penggunaan anggaran perlindungan sosial sudah mencapai Rp85,34 triliun per 4 Agustus 2020. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan realisasi penggunaan anggaran perlindungan sosial sudah mencapai Rp85,34 triliun per 4 Agustus 2020.(CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan realisasi penggunaan anggaran perlindungan sosial sudah mencapai Rp85,34 triliun per 4 Agustus 2020. Realisasi itu setara 41,85 persen dari total pagu yang disiapkan sebesar Rp203,9 triliun.

Bendahara negara merinci realisasi anggaran itu sudah digunakan untuk membantu 40 juta orang kelompok miskin dan tidak mampu melalui bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Lalu, menyasar 80 juta orang melalui Kartu Sembako.

Kemudian, membantu 40 juta orang penerima bantuan sosial tunai dan 24 juta orang penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa.


Selanjutnya, juga diberikan kepada 27 juta rumah tangga yang merupakan pelanggan listrik berkapasitas 450 watt yang mendapat kebijakan gratis tarif listrik dan 7 juta rumah tangga listrik 900 watt bersubsidi yang mendapat diskon tarif listrik.

"Berbagai bantuan ini bertujuan agar masyarakat tidak semakin terpuruk akibat pandemi yang kita semua tidak ada yang tahu kapan akan berakhir," ungkap Sri Mulyani melalui akun Instagram pribadinya, dikutip Rabu (5/8).

Lebih lanjut, ia memastikan pemerintah akan terus berupaya agar seluruh anggaran perlindungan sosial dapat diberikan kepada masyarakat. Selain itu, agar bantuan yang diberikan juga tepat sasaran.

Tak ketinggalan ia juga meminta masyarakat agar bantuan yang diberikan pemerintah dapat dimanfaatkan dengan optimal.

"Pemerintah akan terus mencoba memperbaiki dan mencarikan solusi agar bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan tepat sasaran," katanya.

Selama pandemi virus corona atau covid-19, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp695,2 triliun untuk penanganan dampak pandemi terhadap perekonomian masyarakat.

Anggaran diperuntukkan kesehatan Rp87,55 triliun, perlindungan sosial Rp203,9 triliun, insentif usaha Rp120,16 triliun, UMKM Rp123,46 triliun, pembiayaan korporasi Rp53,37 triliun, dan sektoral K/L serta pemda Rp106,11 triliun.

Khusus untuk anggaran perlindungan sosial, terdiri dari anggaran PKH dengan pagu Rp37,4 triliun, Kartu Sembako Rp43,6 triliun, bansos Jabodetabek Rp6,8 triliun, dan bansos non-Jabodetabek Rp32,4 triliun.

Lalu, Kartu Prakerja Rp20 triliun, diskon dan gratis listrik Rp6,9 triliun, Paket Sembako Rp25 triliun, dan BLT Dana Desa Rp31,8 triliun. 

[Gambas:Video CNN]



(uli/age)