Jokowi Sebut 8 Bandara Internasional Potensial Jadi Super Hub

CNN Indonesia | Kamis, 06/08/2020 12:59 WIB
Presiden Jokowi menyatakan ada delapan bandara internasional yang berpotensi menjadi hub dan super hub karena letak yang strategis. Presiden Jokowi menyatakan ada delapan bandara internasional yang berpotensi menjadi hub dan super hub karena letak yang strategis. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan ada delapan bandara internasional yang berpotensi menjadi hub dan super hub. Hal ini dilihat dari letak geografis bandara tersebut.

Jokowi menjabarkan delapan bandara itu adalah Bandara Internasional Soekarno Hatta, Bandara Internasional Ngurah Rai, Bandara Internasional Kualanamu, Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Bandara Internasional Sam Ratulangi, dan Bandara Internasional Juanda.

"Kami harus berani menentukan bandara yang berpotensi menjadi inter hub, dengan pembagian fungsi sesuai letak geografis dan karakteristik wilayahnya," ungkap Jokowi dalam video conference, Kamis (6/8).


Ia menyadari sektor penerbangan terkontraksi cukup dalam sepanjang kuartal II 2020. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor tersebut minus hingga 80,23 persen sepanjang April-Juni 2020 secara tahunan.

Untuk itu, Jokowi bilang ini bisa jadi momentum perbaikan sektor penerbangan di Indonesia. Transformasi, katanya, harus dilakukan untk membangkitkan lagi industri angkutan udara ke depannya.

"Ini jadi momentum untuk konsolidasi melalui penataan lebih baik mengenai rute, penentuan hub, super hub, dan kemudian kemungkinan penggabungan penerbangan dan pariwisata. Jadi arahnya semakin terlihat," papar Jokowi.

Di sini, Jokowi juga menyoroti ambruknya sektor pariwisata pada kuartal II 2020. BPS mencatat jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia pada kuartal II 2020 turun drastis 87,81 persen secara tahunan menjadi hanya 482 ribu kunjungan.

"Ini agar terjadi lompatan di sektor pariwisata, pengelolaan ekosistem termasuk penerbangan harus diatur dengan manajemen yang lebih terintegrasi dari hulu sampai hilir," terang Jokowi.

Menurutnya, integrasi sektor penerbangan dan pariwisata tak pernah dilakukan sebelumnya. Integrasi yang dimaksud, yakni pengelolaan yang saling terkait dari manajemen maskapai, manajemen bandara, manajemen layanan penerbangan, manajemen destinasi, manajemen hotel, manajemen perjalanan, dan manajemen produk lokal.

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)