Omzet UMKM Anjlok 75 Persen karena Corona

CNN Indonesia | Kamis, 06/08/2020 15:49 WIB
Kadin DKI Jakarta menyebut pelaku usaha UMKM menjadi kelompok yang terpukul paling keras akibat pandemi virus corona. Kadin DKI Jakarta menyebut pelaku usaha UMKM menjadi kelompok yang terpukul paling keras akibat pandemi virus corona. (CNN Indonesia/Christine N Nababan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Diana Dewi menyebut pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi kelompok yang terpukul paling keras akibat pandemi virus corona. Sejak covid-19 masuk RI pada Maret lalu hingga awal Agustus, tercatat omzet UMKM anjlok sebesar 75 persen.

Dewi menyebut berdasarkan survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), sebanyak 95 persen dari total pelaku UMKM mengaku penjualan menurun. 

"Diketahui ada penurunan omzet UMKM, dari hasil survei LIPI, selama pandemi 95 persen usaha mengalami penurunan penjualan," ungkapnya lewat video conference, Kamis (6/8).


Melansir data Kementerian Koperasi dan UKM, Dewi menuturkan sebanyak 37 ribu pelaku UMKM mengaku mengalami dampak sangat serius. Selain itu, sekitar 56 persen melaporkan penurunan penjualan dan 22 persen melaporkan permasalahan aspek pembiayaan.


Lebih lanjut, 15 persen di antaranya melaporkan mengalami masalah distribusi barang dan 4 persen teridentifikasi kesulitan mendapatkan bahan baku mentah.

Data tersebut, menurut Dewi, seharusnya menjadi gambaran sekaligus alarm untuk pemerintah. Pasalnya, lebih dari 90 persen tenaga kerja diserap oleh pelaku usaha kecil dan menengah.


Jika berlarut, ia menyebut sebanyak 85 persen usaha hanya dapat bertahan paling lama satu tahun sejak pandemi.

Oleh karena itu, ia menyebut penyaluran bantuan pemerintah harus diberikan secepatnya. Salah satu fasilitas yang paling dibutuhkan adalah penundaan pembayaran utang untuk menjaga likuiditas keuangan pelaku UMKM serta pemberian bantuan sosial.


Selain itu, penanganan pandemi yang cepat, tegas, dan tepat dinilainya menjadi kunci untuk mengembalikan geliat pelaku usaha kecil dan menengah.

"Laba menurun secara signifikan akibat biaya produksi tetap sementara produksi menurun, persepsi jika pandemi tidak segera berakhir, maka 85 persen usaha mengaku dapat bertahan paling lama satu tahun sejak pandemi," katanya.

[Gambas:Video CNN]



(wel/age)