Jokowi Sempat Khawatir Corona Bakal Tekan Kinerja IHSG

CNN Indonesia | Senin, 10/08/2020 11:50 WIB
Jokowi sempat khawatir penyebaran virus corona bakal menekan kinerja pasar modal dalam negeri. Tapi, kekhawatiran tersebut tak terbukti. Jokowi mengaku sempat khawatir penyebaran virus corona bakal menekan kinerja pasar modal dalam negeri. Tapi, kekhawatiran itu kini tak terbukti. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sempat khawatir dengan dampak ketidakpastian covid-19 ke pasar modal dalam negeri. Ia khawatir virus corona bisa menimbulkan goncangan hebat pada pasar modal.

Namun, ia gembira kekhawatirannya tersebut tidak terjadi hingga saat ini. Pernyataan tersebut disampaikan melalui video ucapan selamat dalam rangka peringatan 43 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia Senin (10/8).

"Kekhawatiran saya hingga saat ini tidak terjadi, karena otoritas pasar modal dengan sigap menyiapkan kebijakan dan penyesuaian baru untuk memastikan kegiatan pasar modal kita tetap jalan," ujarnya.


Jokowi menyatakan kesigapan tersebut terlihat dari keyakinan pasar terhadap ekonomi di dalam negeri. Di tengah ketidakpastian yang diakibatkan virus corona, jumlah perusahaan tercatat di 2020 mencapai 35 perusahaan baru.

Ia mengatakan itu merupakan pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) tertinggi di antara pasar modal Asia Tenggara. Selain itu, jumlah investor bertambah menjadi 3,02 juta pada Juli 2020.

"Atau naik hampir tiga kali lipat dalam tiga tahun terakhir, saya apresiasi upaya ini," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap pasar modal ke depan bisa menjadi tempat investasi yang aman, kredibel, dan bisa dipercaya baik oleh investor dalam negeri maupun asing. 

Selain itu, Ani, sapaan akrabnya juga berharap pasar modal bisa berperan aktif dalam memulihkan ekonomi Indonesia dari tekanan Covid-19.

"Peranan pasar modal sebagai alternatif pembiayaan dan investasi bagi penabung menjadi penting," katanya.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djayadi mengakui jika pandemi Covid-19 mengguncang pasar modal Indonesia. Tercatat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 18,3 persen sejak akhir tahun lalu (year to date/ytd).

"Sepanjang 2020, kinerja IHSG mengalami penurunan sebesar minus 18,3 persen yang dipengaruhi respons pasar terhadap pandemi Covid-19 dan ini mayoritas di bursa efek global," ungkapnya.

[Gambas:Video CNN]

Ia menuturkan level terendah indeks saham yakni 3.937, atau turun 37,5 persen pada 24 Maret lalu. Namun, setelah itu IHSG sudah beranjak menguat secara perlahan.

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian sejak Januari hingga 7 Agustus lalu sebesar Rp7,75 triliun.

"Puji syukur, Jumat 7 Agustus 2020 IHSG kembali naik 5.143 atau 30,6 persen sejak level terendah tersebut," katanya.

Pada perdagangan pagi ini, IHSG dibuka menguat tipis 0,17 persen ke posisi 5.152. Indeks saham sempat menguat namun kembali turun menjadi 5.143 atau turun 0,02 persen pada pukul 11.00 JATS.

(ulf/agt)