Keyakinan Investor Jerman Naik ke Level Tertinggi Sejak 2004

CNN Indonesia | Rabu, 12/08/2020 07:17 WIB
Kenaikan indeks keyakinan investor Jerman pada Agustus terjadi seiring akselerasi ekonomi Eropa yang mulai pulih dari dampak pandemi virus corona. Kenaikan indeks keyakinan investor Jerman pada Agustus terjadi seiring akselerasi ekonomi Eropa yang mulai pulih dari dampak pandemi virus corona. Ilustrasi. (Getty Images/iStockphoto/franckreporter).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks keyakinan investor Jerman melonjak ke level tertinggi dalam hampir 17 tahun terakhir pada Agustus lalu atau yang tertinggi sejak 2004 silam. Ini seiring dengan akselerasi ekonomi Eropa yang mulai pulih dari dampak pandemi virus corona.

Barometer bulanan Institut ZEW yang mengukur sentimen ekonomi mengadakan survei terhadap 178 analis. Hasilnya, angka keyakinan investor melonjak, naik 12,2 poin dari capaian Juli lalu menjadi 71,5.

Survei ini juga menyatakan bahwa tren keyakinan di Uni Eropa secara rata-rata naik 4,4 poin menjadi 64.


"Tanda-tanda pemulihan ekonomi yang kuat di musim panas terus muncul. Ini sejalan dengan suasana pasar keuangan yang cukup optimis," ucap Kepala Ekonom LBBW Uwe Burkert, seperti dikutip dari AFP, Selasa (11/8).

Sementara, survei yang diadakan FactSet memproyeksikan penurunan kecil atas kepercayaan investor dari 59,3 menjadi 58.

Menurut angka yang dirilis minggu lalu, terjadi peningkatan yang sehat pada produksi industri dan ekspor pada Juni lalu jika dibandingkan dengan PDB kuartal II 2020 Jerman yang anjlok 10,1 persen.

"Harapannya pemulihan ekonomi dapat terjadi secara cepat, namun pertumbuhan bergerak positif secara perlahan," kata Presiden ZEW Achim Wambach.

[Gambas:Video CNN]

Meski Wambach memprediksikan sektor domestik segera pulih, ia menyebut ekspektasi pendapatan di sektor perbankan dan asuransi yang masih akan buruk selama 6 bulan ke depan tampak mengkhawatirkan.

Burkert juga menyatakan kecemasan yang serupa. Ia menilai permasalahan fiskal dan kebijakan moneter yang diambil guna menyelamatkan pasar keuangan masih membayangi.

"Bahaya dari kebijakan fiskal dan moneter secara besar-besaran untuk mendorong pasar keuangan tidak serta hilang," kata Burkert.

(wel/sfr)