Bali Bakal Punya Kereta Api Tanpa Rel

CNN Indonesia | Selasa, 11/08/2020 15:04 WIB
PT KAI (Persero) bersama Pemprov Bali tengah mengkaji rencana pembangunan kereta api tanpa rel yang menghubungkan Bali Selatan dengan Utara. PT KAI (Persero) bersama Pemprov Bali tengah mengkaji rencana pembangunan kereta api tanpa rel yang menghubungkan Bali Selatan dengan Utara. Ilustrasi Bali. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT KAI (Persero) mengaku tengah mengkaji rencana pembangunan kereta api tanpa rel (Autonomous Rail Rapid Transit/ART) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan investor swasta.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menyebut pembangunan yang diinisiasi oleh Pemprov Bali untuk kepentingan pariwisata ini masih dalam proses desain.

Nantinya, ART akan dibangun dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali menuju daerah Sanur untuk mengakomodasi kebutuhan wisatawan.


Meski belum memiliki target perampungan, namun pembangunan masuk ke dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024.

"Memang sudah ada pembicaraan antara PT KAI dan Pemprov Bali di mana merencanakan pembangunan kereta api dari airport ke Sanur. (Kami) sedang melakukan kajian dengan pemerintah daerah dan investor," kata Didiek, Selasa (11/8).

ART dinilai menjadi transportasi massal paling tepat karena dapat dioperasikan di atas jalan raya dengan menggunakan sistem signal. Selain itu, investasi pun lebih murah dibanding pembangunan kereta api rel.

"Secara investasi lebih murah dan cepat eksekusinya," lanjut Didiek.

Di kesempatan sama, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri menyebut bahwa rencananya pembangunan akan menghubungkan Bali Selatan dan Utara demi menunjang kebutuhan Pulau Dewata yang merupakan tumpuan pariwisata nasional. 

Ia menuturkan bahwa pemerintah memang tengah gencar membangun transportasi massal di luar Pulau Jawa. Bali disebutnya menjadi salah satu provinsi yang memenuhi beberapa syarat kelayakan pembangunan seperti jumlah penumpang dan minat investasi.

Zulfikri mengatakan pembangunan kereta api kerap mangkrak karena secara kalkulasi tak memenuhi syarat keuntungan investor. Apalagi, jumlah investasi yang dibutuhkan terbilang fantastis.

"Ada inisiatif karena potensi pariwisata begitu hebatnya, ini masih dalam tahap desain dan perencanaan menghubungkan selatan dan utara Bali," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(wel/bir)