Survei: 5 Produk yang Diburu dan Ditinggalkan saat Pandemi

CNN Indonesia | Kamis, 13/08/2020 19:42 WIB
Konsultan PwC merilis hasil survei terkait perubahan pola pengeluaran masyarakat Indonesia di tengah pandemi virus corona. Konsultan PwC merilis riset terkait perubahan pola pengeluaran masyarakat di tengah pandemi virus corona. (Istockphoto/ThamKC).
Jakarta, CNN Indonesia --

Konsultan PwC menyatakan pandemi virus corona (Covid-19) mengubah pola pengeluaran masyarakat Indonesia, maupun secara global. Survei yang dilakukan oleh PwC mengungkapkan lima produk yang paling banyak diburu dan ditinggalkan saat pandemi.

Retail and Consumer Leader PwC Peter Hohtoulas menuturkan produk yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia saat covid-19 mewabah adalah produk kesehatan. Tercatat, sebanyak 77 persen responden mengaku konsumsi atas produk kesehatan naik.

Lalu, diikuti produk kelontong (grocery) sebesar 67 persen dan produk hiburan dan media sebesar 54 persen.


"Karena ada pembatasan sosial di berbagai area, jadi masyarakat berdiam diri di rumah (stay at home)," ujarnya dalam paparan virtual, Kamis (13/8).

Masyarakat Indonesia juga banyak berbelanja produk restoran dan makanan pesan antar yakni sebanyak 47 persen dan, terakhir, perlengkapan rumah tangga dan berkebun sebanyak 32 persen.

Peter menilai pola pengeluaran masyarakat Indonesia hampir serupa dengan perubahan pola pengeluaran konsumen global selama pandemi.

Sebagai perbandingan, responden global paling banyak mencatatkan kenaikan konsumsi pada produk grocery dengan persentase 53 persen. Lalu, hiburan dan media 36 persen.

Diikuti oleh bahan dan perlengkapan resep makanan sebanyak 32 persen, restoran dan makanan pesan antar 28 persen, serta perlengkapan rumah tangga dan berkebun 26 persen.

Sebaliknya, terdapat lima produk yang paling banyak ditinggalkan saat pandemi oleh konsumen Indonesia. Pertama, baju dan alas kaki di mana 32 persen responden menyatakan mengurangi porsi belanjanya.

Kedua, perlengkapan olahraga 27 persen. Ketiga, produk kecantikan 27 persen. Keempat, perlengkapan kantor 25 persen dan kelima makanan pesan antar 22 persen.

Serupa, survei PwC juga mengungkapkan sebanyak 51 persen responden global mengurangi pengeluaran pada belanja baju dan alas kaki. Lalu, perlengkapan olahraga sebanyak 46 persen, restoran dan makanan pesan antar 41 persen, perlengkapan kantor 26 persen, dan produk kecantikan 35 persen.

Lebih lanjut, Peter menuturkan sebelum pandemi survei PwC menunjukkan mayoritas konsumen Indonesia atau 51 persen menghabiskan uang mereka untuk belanja. Namun, setelah pandemi pengeluaran paling besar konsumen Indonesia adalah alat kesehatan.

"Sebelum Maret 2020, kami bisa mengatakan setengah dari konsumen di Indonesia membelanjakan uang mereka untuk belanja, travelling, dan makan di luar. Tidak heran, karena saat itu pertumbuhan ekonomi Indonesia 5 persen sehingga konsumen optimis," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/sfr)