Pengamat Endus Risiko Harga Emas Turun Jelang Akhir Tahun

CNN Indonesia | Kamis, 13/08/2020 19:09 WIB
Harga emas Antam diproyeksi turun dalam beberapa waktu ke depan karena pengembangan vaksin virus corona oleh beberapa negara, termasuk Indonesia. Harga emas Antam diproyeksi turun dalam beberapa waktu ke depan karena pengembangan vaksin virus corona oleh beberapa negara, termasuk Indonesia. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk alias Antam diproyeksi turun dalam beberapa waktu ke depan. Hal ini dipengaruhi oleh pengembangan vaksin virus corona yang dilakukan oleh beberapa negara, termasuk Indonesia.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan harga emas Antam berpotensi turun ke arah Rp800 ribu-Rp900 ribu per gram. Ini artinya, masyarakat yang baru membeli emas akan merugi.

"Risiko pembalikan arah mendekati akhir tahun membesar karena vaksin diperkirakan ada pada akhir tahun," ucap Ariston kepada CNNIndonesia.com, Kamis (13/8).


Pada perdagangan 11 Agustus 2020 kemarin, harga emas sempat berada di level Rp1,05 juta per gram. Namun, pada 12 Agustus 2020 turun ke level Rp1,02 juta per gram.

Sementara, kalau dilihat harga emas yang dijual di PT Pegadaian (Persero) terlihat turun di bawah Rp1 juta per gram.

Berdasarkan data Pegadaian, harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk alias Antam retro dibanderol dengan harga Rp973 ribu per gram. Sementara, harga emas Antam batik dijual Rp1,2 juta.

Kendati begitu, Ariston menyatakan bukan berarti masyarakat tak bisa meraih keuntungan di tengah fluktuasi harga emas. Ia bilang masyarakat bisa saja meraup untung, tapi tidak dalam jangka pendek.

"Kalau untuk beli mungkin jangka waktunya bukan untuk jangka pendek," terang Ariston.

Sementara, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menyatakan pengembangan vaksin virus corona yang dilakukan sejumlah negara memberikan sentimen positif di pasar. Mereka memandang akan segera terjadi pemulihan ekonomi setelah dihantam virus corona sejak Desember 2019 lalu.

"Harga emas turun, ekonomi membaik. Orang beralih ke saham dan obligasi. Emas naik itu kalau ekonomi goyang. Ada saat-saat tertentu harga emas naik," ucap Ibrahim.

Ia memprediksi sentimen dari pengembangan vaksin corona berpotensi menurunkan harga emas internasional. Dengan demikian, harga emas Antam dan Pegadaian juga bakal turun.

Khusus untuk Pegadaian, Ibrahim bilang harga emas berpotensi turun hingga ke level Rp855 per gram. Ini jika harga emas internasional turun ke level US$1.620 per troy ons dan rupiah di rentang Rp14.500 per dolar AS.

"Kalau gitu masyarakat wait and see dulu," pungkas Ibrahim.

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)