Jurus Sri Mulyani Amankan Target Cukai 2021 Rp178,5 T

CNN Indonesia | Sabtu, 15/08/2020 10:00 WIB
Menkeu Sri Mulyani menyiapkan sejumlah strategi untuk mengamankan penerimaan cukai pada 2021. Menkeu Sri Mulyani menyiapkan sejumlah strategi untuk mengamankan penerimaan cukai pada 2021. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menargetkan penerimaan negara dari cukai mencapai Rp178,5 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2021 (RAPBN 2021). Jumlah itu meningkat sekitar 3,6 persen dari outlook cukai sebesar Rp172,2 triliun pada 2020.

Ani, sapaan akrabnya, mengakui penerimaan cukai pada tahun depan memang terbilang minim karena hanya tumbuh 3,6 persen. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang lebih tinggi.

Misalnya pada 2017, penerimaan cukai naik 6,8 persen menjadi Rp153,5 triliun. Lalu, naik 4,1 persen menjadi Rp159,6 triliun pada 2018 dan meningkat 8 persen menjadi Rp172,4 triliun pada 2019.


"Ini jauh lebih kecil dibandingkan 2017-2019 yang selalu di atas 3 persen," ujar Ani, sapaan akrabnya saat konferensi pers virtual RAPBN 2021, Jumat (14/8).

Menurutnya, hal ini tak lepas dari dampak perekonomian yang baru memasuki masa pemulihan pada tahun depan. Untuk itu, pemerintah pun berhati-hati dalam menargetkan penerimaan cukai dan strategi yang akan dilakukan pada tahun depan.

Dari sisi strategi, bendahara negara itu mengatakan pemerintah akan lebih mengandalkan pengawasan cukai yang terintegrasi melalui pengembangan sistem. Selain itu, pemerintah juga akan fokus pada pemberantasan peredaran barang kena cukai ilegal.

Sementara untuk penambahan jenis cukai baru dan peningkatan tarif cukai rokok sejauh ini belum diungkap olehnya. Khusus untuk cukai rokok, kebijakan akan diarahkan untuk mengurangi konsumsi rokok.

[Gambas:Video CNN]

"Untuk cukai rokok, kami akan tetap menjaga policy agar bagaimana me-upsize untuk bisa mengurangi konsumsi rokok. Di sisi lain akan jaga ketenagakerjaan dan petani, sehingga ada keseimbangan antara concern pada kesehatan dan petani," jelasnya.

Sementara, untuk keseluruhan target kepabeanan dan cukai mencapai Rp213,4 triliun pada 2021. Target itu naik 3,74 persen dari Rp205,7 triliun yang merupakan outlook 2020.

(uli/sfr)