Kemnaker Luncurkan Standar Kompetensi Kerja Seni Musik

Kementerian Ketenagakerjaan, CNN Indonesia | Sabtu, 15/08/2020 12:21 WIB
Kemnaker menilai industri musik perlu menerapkan SKKNI guna memastikan ketersediaan supply sesuai kebutuhan terkini. menilai industri musik perlu menerapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) guna memastikan ketersediaan supply sesuai kebutuhan terkini. (Foto: Dok.Kemnaker)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan bahwa industri musik yang berkembang begitu cepat memerlukan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan berjumlah banyak. Untuk itu, pihaknya menilai industri musik perlu menerapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) guna memastikan ketersediaan supply sesuai kebutuhan terkini.

"SKKNI bidang musik, selain sebagai salah satu tolak ukur penyiapan SDM berdaya saing, juga sebagai salah satu bentuk upaya meningkatkan mutu dari permusikan Indonesia," kata Ida usai menyerahkan SKKNI di Bidang Seni Musik dan skema sertifikasi di Ruang Serbaguna Kemnaker, Jakarta, hari Jumat (14/8).

Bundling SKKNI bidang musik dan skema sertifikasi diserahkan secara simbolis kepada perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sri Hartini, perwakilan pekerja musik/PAPPRI Johny Maukar, perwakilan tim perumus SKKNI bidang musik Otto Sidharta; dan perwakilan dari Lembaga Sertifikasi Profesi Mila Rosa.


Meski saat ini industri musik menjadi salah satu yang sangat terdampak oleh pandemi Covid-19, namun Ida menyatakan pemerintah optimis bahwa pemulihan industri dapat segera dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi.

"Pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi akan dapat dilakukan dengan baik, apabila kita memiliki standar kompetensi kerja, seperti SKKNI yang diserahkan pada hari ini," ungkapnya.

Ida berpendapat, penciptaan ekosistem dunia permusikan yang kondusif memerlukan sinergi dengan sektor kebudayaan, pariwisata, industri kreatif dan pemerintah daerah. Industri musik yang kondusif akan dapat membantu melahirkan seniman-seniman musik yang kreatif, sehingga dapat menciptakan sumber ekonomi yang baru, sekaligus kesempatan kerja.

Lebih lanjut, Ida berharap agar SKKNI di bidang seni musik yang telah diserahkan dapat diimplementasikan, baik di lembaga diklat, dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi bidang permusikan, dan pengembangan SDM di bidang permusikan.

Sementara Dirjen Binalattas Bambang Satrio Lelono mengatakan, penyusunan SKKNI melibatkan para pemangku kepentingan di antaranya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, UPT Kebudayaan, Lembaga Sertifikasi Profesi, Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI), para pelaku seni musik lewat asosiasi permusikan, akademisi, praktisi musik, dan SMA/SMK.Lebih lanjut, Ida berharap agar SKKNI di bidang seni musik yang telah diserahkan dapat diimplementasikan, baik di lembaga diklat, dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi bidang permusikan, dan pengembangan SDM di bidang permusikan.

"Sebagai tindak lanjut dari SKKNI tersebut, maka pada kesempatan ini juga akan diserahkan penambahan ruang lingkup skema sertifikasi kepada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Musik," ujarnya.

Dalam kesempatan sama, Ketua Umum PAPPRI AM Hendropriyono menilai SKKNI sebagai kesempatan untuk meningkatkan profesionalisme dan daya saing di dalam profesi musik, okupasi seni yang meliputi penyanyi, pemusik, penata bunyi atau sound enginer, music director, dan lainnya. 

"Kita semua telah memperoleh pengakuan di tingkat nasional sesudah mengikuti assessment di lembaga sertifikasi profesi musik," kata Hendropriyono yang hadir secara virtual.
 
Hendropriyono mengaku menyambut gembira diserahkannya SKKNI bidang musik kepada Kemendikbud sebagai pembina pendidikan dan kebudayaan di tataran nasional dan Kemenparekraf sebagai pembina ekonomi kreatif. Menurutnya, SKKNI merupakan titik tinggal landas untuk memperoleh pengakuan secara internasional.
 
Penyerahan SKKNI dan skema sertifikasi kepada perwakilan pemangku kepentingan terkait turut dihadiri oleh Plt. Dirjen Binwasnaker Iswandi Hari, Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Kunjung Masehat, dan sejumlah penyanyi seperti Ikang Fawzi, Tika Bisono, Ikke Nurjanah, Ayu Soraya, Delia Paramitha, dan Delon.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK