Menhub Ambil Alih Proyek Bandara Mangkrak di Ketapang

CNN Indonesia | Kamis, 03/09/2020 07:49 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan ketiadaan investor menjadi salah satu sebab pembangunan bandara yang mangkrak di Kalimantan Barat. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan ketiadaan investor menjadi salah satu sebab pembangunan bandara yang mangkrak di Kalimantan Barat. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan ketiadaan investor menjadi salah satu sebab pembangunan bandara yang mangkrak di Kalimantan Barat.

Proyek yang akan dibangun di atas lahan seluas 141,45 hektare dan membutuhkan investasi Rp4,3 triliun tersebut rencananya akan diambil alih oleh Kementerian Perhubungan.

"Singkawang memang kita akan ambil alih, kelihatannya swasta tidak berminat," ujar Budi Karya dalam rapat bersama Komisi V DPR, Rabu (2/9).


Selain itu ada pula rencana pembangunan bandara baru di Ketapang, Kalbar yang hingga sekarang tak kunjung terealisasi. Budi menegaskan ada rencana pembangunan bandara tersebut dipindahkan ke Kabupaten Kayong Utara.

"Ketapang itu ada obstacle, jadi ada inisiatif memindahkan ke Kayong Utara. Tapi sekarang promotornya tidak ada lagi. Saya enggak tahu musti diskusi, jadi tidak ada penerbangan di situ karena dia load factor-nya tidak bisa penuh," jelasnya.

Bandara di Sulsel

Di luar Kalimantan Barat, ada pula bandara-bandara yang mangkrak di kawasan Sulawesi Selatan. Salah satunya adalah Bandara Arung Palakka, Kabupaten Bone, misalnya, tak kunjung merampungkan perpanjangan landasan pacu dan akses jalan menuju bandara.

Meski demikian, menurut Budi Karya, bandara-bandara di Sulawesi Selatan punya tingkat okupansi yang rendah. Sehingga meskipun bandara selesai dibangun, tak serta merta akan ada penerbangan karena maskapai enggan membuka layanan.

"Tapi di Sulawesi Selatan, bandara di situ, bone maupun Selayar kapasitasnya pesawat penuh, tapi tidak ada penumpangnya. Sehingga tidak ada flight ke sana. Memang harus ada satu kolaborasi dengan Pemda setempat," katanya.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan berencana membangun dan merevitalisasi 16 bandara strategis nasional yang tersebar dari Sumatera hingga Papua pada 2021 dengan dana Rp1,6 triliun.

"Pembangunan 16 bandara strategis dengan anggaran Rp1,6 triliun di Sumatra, Jawa, NTT, Kalimantan, Sulawesi, dan banyak di Papua," imbuhnya.

Di Pulau Sumatera, kucuran dana Kemenhub akan dialirkan untuk Bandara Sibisa Parapat, Sumatera Utara dengan anggaran Rp85 miliar dan Bandara Sibisa Sei Bati, Tanjung Balai Karimun dengan anggaran Rp22 miliar.

Lalu ada pula Bandara Mandailing Natal, Sumut dengan anggaran Rp75 miliar; Bandara Mentawai, Sumbar, dengananggaran Rp175 miliar; Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam, senilai Rp15 miliar; dan Bandara Gatot Subroto, Lampung Rp55 miliar.

Di Pulau Jawa anggaran Kemenhub bakal dikucurkan untuk Bandara Ngloram Cepu Jawa Tengah, yakni sebesar Rp65 miliar. Selain itu, di Pulau Kalimantan ada Bandara Singkawang, Kalbar dengan biaya Rp 100 miliar.

Selanjutnya di NTT, Kemenhub berencana mengembangkan Bandara Komodo, Labuan Bajo dengan anggaran Rp80 miliar. Ada pula Bandara di Sulawesi Selatan, yakni Buntukunik Tana Toraja dengan anggaran Rp80 miliar.

Terakhir, di Pulau Papua akan dibangun Bandara Rendani Manokwari dengan anggaran Rp85 miliar; Bandara Anggi dengan dana Rp26 miliar; Bandara Siboru Fak-fak dengan dana Rp307,5 miliar; dan Bandara Nabire Baru, Papua, dengan anggaran Rp345,9 miliar.

(hrf/asa)

[Gambas:Video CNN]