KRL Sumbang Penumpang Kereta Terbesar pada Juli 2020

CNN Indonesia | Selasa, 01/09/2020 14:32 WIB
BPS mencatat jumlah penumpang KA di Jawa dan Sumatera mencapai 12,21 juta orang pada Juli 2020. Dari jumlah itu 11,1 juta orang merupakan penumpang KRL. KRL menjadi penyumbang penumpang kereta terbanyak pada periode Juli 2020. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penumpang transportasi meningkat pada Juli 2020 dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, kenaikan penumpang itu belum normal sepenuhnya.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kenaikan penumpang salah satunya terlihat di moda transportasi kereta api. Data mereka menunjukkan jumlah penumpang kereta api di Jawa dan Sumatera pada Juli 2020 sebanyak 12,2 juta orang.

Itu naik 31,73 persen dibanding bulan sebelumnya. Dari jumlah tersebut 11,1 juta atau 90,83 persen di antaranya adalah penumpang commuter line Jabodetabek atau KRL.


"Kenapa naiknya cukup tinggi? Karena PT KCI sudah menambah frekuensi perjalanan KRL, kemudian jam operasional KRL sudah kembali normal dari pukul 04.00 WIB sampai 20.00 WIB," ujarnya dalam paparan virtual, Selasa (1/9).

Kecuk, sapaan akrabnya, mengatakan jumlah penumpang KRL mencapai sekitar 400 ribu per harinya. Meski naik, namun jumlah itu masih jauh dari waktu normal yang bisa mencapai 900 ribu penumpang per hari.

Secara kumulatif, kata dia, jumlah penumpang kereta api selama Januari-Juli 2020 mencapai 122,8 juta orang, atau turun 50,46 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Selain pada kereta, kenaikan jumlah penumpang secara bulanan juga terjadi pada angkutan udara. Tercatat, jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Juli 2020 sebanyak 1,5 juta orang, atau naik 135,74 persen dibanding bulan sebelumnya.

[Gambas:Video CNN]

BPS merekam peningkatan jumlah penumpang terjadi di semua bandara utama yang diamati. Meliputi, Bandara Ngurah Rai, Denpasar 263,16 persen, Soekarno Hatta, Banten 145,24 persen, Kualanamu, Medan 119,93 persen, Hasanuddin, Makassar 97,53 persen, dan Juanda, Surabaya 89,08 persen.

"Transportasi pada Juli ini sudah mulai menggeliat, karena ada relaksasi PSBB tapi belum norma sepenuhnya," tuturnya.

Secara kumulatif, jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari-Juli 2020 sebanyak 19,7 juta orang atau turun 54,92 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 43,6 juta orang.

Kondisi serupa juga terjadi pada angkutan laut. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Juli 2020 tercatat 836,6 ribu orang, atau naik 29,63 persen dibanding bulan sebelumnya. Sedangkan selama periode Januari-Juli 2020, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri mencapai 8,4 juta orang atau turun 37,55 persen dibanding periode yang sama pada 2019.

"Ini kenaikan yang menggembirakan dan kami harapkan pelan-pelan kehidupan akan jadi normal. Kita semua harus tetap patuhi protokol kesehatan sehingga geliat transportasi membaik di bulan berikutnya," tuturnya.

(ulf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK