Bahlil Klaim LG dan 2 Perusahaan Relokasi Bisnis ke Batang

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Rabu, 09/09/2020 20:15 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebut 3 dari tujuh perusahaan yang merelokasi investasi ke RI, sudah masuk ke kawasan industri Batang. Salah satunya, LG. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebut 3 dari tujuh perusahaan yang merelokasi investasi ke RI, sudah masuk ke kawasan industri Batang. Salah satunya, LG. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengklaim ada tiga perusahaan yang akan masuk ke Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah. Tiga perusahaan ini termasuk LG, perusahaan elektronik asal Korea Selatan.

Ketiganya merupakan bagian dari tujuh perusahaan yang sukses dibawa RI untuk merelokasi investasinya ke Indonesia. Namun, beberapa perusahaan lain memilih kawasan lainnya, seperti Jawa Barat, Banten, hingga Sumatera Utara.

"Di Batang, sekarang sudah ada tiga perusahaan masuk. Perusahaannya gede-gede. LG juga masuk sana," ujarnya dalam diskusi daring, dilansir Antara, Rabu (9/9).


Perusahaan-perusahaan itu juga diwajibkan untuk bermitra dengan pengusaha lokal setempat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Bukan berpartner dengan pengusaha Jawa Tengah di Jakarta. Enggak mau saya. Kalau dengan orang Jawa Tengah di Jakarta, itu namanya memperkaya yang sudah kaya," jelasnya.

Bahlil mengaku ingin mendorong orang-orang di daerah mengambil peran dalam pembangunan lewat investasi.

"Ini saatnya untuk memberi ruang sebesar-besarnya bagi orang daerah untuk mengambil bagian. Kalau tidak, mohon maaf, pusat terus yang akan mainkan ini barang," terang dia.

Sebelumnya, Bahlil menyebut tujuh perusahaan merelokasi investasi ke Indonesia. Mereka adalah Alpan Lighting (PT CDS Asia) dari Amerika Serikat, Sagami Electric (PT Sagami Indonesia) dari Jepang.

Kemudian, PT Denso Indonesia dari Jepang, PT Panasonic Manufacturing Indonesia dari Jepang, PT Meiloon Technology Indonesia dari Taiwan, dan PT Kenda Rubber Indonesia dari Taiwan.

[Gambas:Video CNN]



(bir)