Dua BUMN Karya Bukukan Kontrak Baru Rp14 T saat Corona

CNN Indonesia | Selasa, 15/09/2020 15:18 WIB
Dua BUMN Karya, Adhi Karya dan Waskita karya, membukukan kontrak Rp4,7 triliun dan Rp9,6 triliun di tengah penyebaran virus corona. BUMN karya bukukan kontrak baru Rp14,3 triliun di tengah corona. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah BUMN karya masih berhasil mendapatkan kontrak baru di tengah tekanan pandemi corona. Pertama, PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

BUMN tersebut berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp4,7 triliun hingga Agustus 2020. Kontrak tersebut naik 18 persen dibandingkan perolehan kontrak baru pada Juli 2020 yang baru sebesar Rp4 triliun .

Corporate Secretary Adhi Karya Parwanto Noegroho mengatakan khusus untuk Agustus kemarin, kontrak baru banyak berasal dari kegiatan atau proyek perawatan jalan. 


"Realisasi perolehan kontrak baru pada Agustus 2020 didominasi oleh preservasi Jalan Lintas Timur Sumatera (Rp439,6 miliar)," kata Parwanto seperti dikutip dari Antara, Selasa (15/9).

Parwanto merinci berdasarkan lini bisnis , kontrak baru banyak disumbang oleh konstruksi dan energi yang porsinya mencapai 89 persen, properti sebesar 10 persen dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek gedung sebesar 38 persen, MRT sebesar 33 persen, jalan dan jembatan sebesar 5 persen serta proyek infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, dan proyek-proyek EPC sebesar 24 persen.

Berdasarkan segmentasi kepemilikan, realisasi kontrak baru dari pemerintah sebesar 68 persen, BUMN sebesar 22 persen, sementara swasta/lainnya sebesar 10 persen.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu  BUMN kedua,  PT Waskita Karya (Persero) Tbk. BUMN tersebut menyatakan sudah mendapatkan kontrak baru senilai Rp9,6 triliun. Kontrak tersebut salah satunya berkaitan dengan pembangunan Jalan Tol Ciawi - Sukabumi seksi 3 dan 4, Jalan Tol Pasuruan - Probolinggo seksi 4, Jaringan Irigasi Rentang, Perkuatan Pantai DKI Jakarta, dan Modern Rice Milling Plant (MRMP) Subang.

Senior Vice President Corporate Secretary Waskita Karya Shastia Hadiarti mengatakan selain tol, pihaknya juga mendapatkan pelaksana pembangunan tiga proyek infrastruktur pengairan yaitu Bendungan Way Sekampung Paket IV, Lampung, proyek Bendungan Jragung Paket I, Demak, Jawa Tengah, dan Pembangunan Sewerage Jambi B2.

Total nilai ketiga proyek tersebut mencapai Rp1,08 Triliun.

"Kontrak konstruksi untuk proyek Bendungan Way Sekampung Paket IV sudah ditandatangani, sementara untuk proyek Bendungan Jragung dan Sewerage Jambi sudah diumumkan bahwa Waskita sebagai pemenang dan saat ini menunggu masa sanggah," kata Shastia.

(agt/bir)