Ahok Bongkar Aib Direksi Pertamina, Gaji dan Lobi ke Menteri

cnn, CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2020 07:37 WIB
Komisaris Utama Pertamina Ahok membuka aib manajemen Pertamina dari mulai melobi menteri hingga persoalan gaji direksi yang tinggi. Komisaris Utama Pertamina Ahok membuka aib manajemen Pertamina dari mulai melobi menteri hingga persoalan gaji direksi yang tinggi.(CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok membuka aib manajemen Pertamina. Berbagai permasalahan Ahok buka dari mulai melobi menteri hingga persoalan gaji direksi.

Pernyataan tersebut Ahok ungkapkan dalam akun YouTube POIN pada Senin (14/9). Ahok mempermasalahkan soal pencopotan jabatan, namun tidak ada perubahan gaji dari karyawan.

Dia memisalkan jabatan direktur utama anak perusahaan Pertamina dengan gaji Rp100 juta lebih dicopot.


"Masa dicopot gaji masi sama. Alasannya karena orang lama. Ya harusnya gaji mengikuti jabatan Anda kan. Tapi mereka bikin gaji pokok gede semua. Jadi bayangin gaji sekian tahun gaji pokok bisa Rp75 juta. Dicopot, gak ada kerjaan pun dibayar segitu. Gila aja nih," papar Ahok, dikutip Selasa (15/9).

Ahok mengakui sistem tersebut yang akan dia ubah di Pertamina. Selain itu, dia pun akan memotong birokrasi soal pangkat. Menurutnya, nantinya sistem pangkat akan melalui jalur lelang terbuka.

Selain itu, Ahok mengaku dirinya sebagai Komisaris Utama tidak mengetahui perubahan posisi direksi Pertamina. Pasalnya, direksi langsung melobi menteri untuk urusan pergantian posisi.

"Ganti direktur bisa tanpa kasih tahu saya. Saya sempat marah-marah juga. Direksi-direksi semua mainnya lobi ke menteri, karena yang menentukan itu menteri," ujarnya.

Ahok mengungkap selain direksi, komisaris pun rata-rata titipan dari kementerian-kementerian terkait.

Menanggapi video tersebut, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman mengungkap pihaknya menghargai pernyataan Ahok karena itu sejalan dengan program restrukturisasi Pertamina.

"Kami menghargai pernyataan Pak BTP sebagai Komut yang memang bertugas untuk pengawasan dan memberikan arahan. Hal ini juga sejalan dengan restrukturisasi Pertamina yang sedang dijalankan direksi agar perusahaan menjadi lebih cepat, lebih adaptif dan kompetitif," ujarnya kepada CNNIndonesia.

Sementara, CNNINdonesia sudah berupaya menghubungi Kementerian BUMN. Namun, hingga pemberitaan ini diturunkan, pihak Kementerian BUMN belum merespons.

[Gambas:Video CNN]



(age/age)