Mengukur Ekonomi Selandia Baru yang Jatuh ke Lubang Resesi

CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2020 14:07 WIB
Selandia Baru masuk ke lubang resesi usai menempuh kebijakan penguncian wilayah. Padahal, Selandia Baru mengandalkan ekonominya dari pariwisata. Selandia Baru masuk ke lubang resesi usai menempuh kebijakan penguncian wilayah. Padahal, Selandia Baru mengandalkan ekonominya dari pariwisata. Ilustrasi. (AP Photo/Mark Baker).
Jakarta, CNN Indonesia --

Selandia Baru resmi masuk ke lubang resesi setelah mencatat pertumbuhan ekonomi minus dua kuartal berturut-turut. Pada kuartal kedua 2020, ekonomi Selandia Baru terperosok hingga minus 12 persen. Ini merupakan rekor terdalam yang dialami sejak satu dekade terakhir.

Pada kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Selandia Baru sudah minus 1,6 persen.

Tak ubahnya negara-negara lain di dunia, ekonomi Selandia Baru juga keok karena dihantam pandemi covid-19. Bahkan, terjadi sejak penguncian wilayah secara ketat (lockdown) yang dilakukan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern per akhir Maret hingga akhir Mei lalu.


Padahal, Selandia Baru mengandalkan ekonominya dari industri jasa, termasuk pariwisata. Sumbangsih sektor ini terhadap ekonomi negaranya mencapai 60 persen.Sementara, lockdown membuat wilayah terkunci. Sektor pariwisata pun lumpuh.

Negara dengan populasi penduduk 5 juta tersebut juga mengandalkan sektor konstruksi dalam Produk Domestik Bruto (PDB). Diikuti sektor pertanian dan peternakan.

Resesi ekonomi Selandia Baru juga memukul sektor ritel, restoran dan turunannya, terlebih lagi transportasi.

Keputusan Ardern melakukan lockdown menghantam telak perekonomian Selandia Baru yang secara rata-rata tumbuh positif di level 0,4 persen hingga 1 persen dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Ekonom Kiwibank Jarrod Kerr menyebutkan skala penurunan PDB pada Juni 2020 belum pernah terjadi sebelumnya.

"Kami belum pernah melihat yang seperti ini. Ini traumatis. Ekspor jasa terhalang, turun 40 persen. Konsumsi turun 12 persen dan investasi merosot 20 persen," ujar Kerr.

Pun demikian, Kerr optimistis, Selandia Baru akan mencatat rekor pertumbuhan 10 persen pada kuartal ketiga nanti.

"Bisnis dan rumah tangga telah dengan jelas beradaptasi dengan perdagangan di dunia, dengan kontrak tatap muka yang terbatas," tandasnya.

Dia menilai transformasi ekonomi Selandia Baru bakal lebih cepat dari negara-negara lainnya karena penanganan pandemi yang tanggap, dengan catatan Pemerintahan Ardern harus getol menggenjot pos belanja dan investasi. 

Diketahui, Selandia Baru hanya mencatat 25 kematian akibat pandemi virus. Bahkan, sebagian besar kasus positif telah diatasi sejak akhir Mei lalu usai gejolak di Auckland pada bulan sebelumnya.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)