Mendag Beberkan Strategi Pemasaran era Corona

Antara, CNN Indonesia | Minggu, 20/09/2020 21:00 WIB
Mendag Agus menyebut penerapan jaga jarak membuat pendekatan pemasaran konvensional tidak bisa lagi diterapkan. Mendag Agus menyebut penerapan jaga jarak membuat pendekatan pemasaran konvensional tidak bisa lagi diterapkan. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto memaparkan strategi pemasaran agar pengusaha mampu bertahan dan menembus pasar ekspor di tengah pandemi virus corona (covid-19).

"Pandemi ini mengubah tatanan dan untuk bertahan, kita harus menyesuaikan diri. Dengan social distancing (jaga jarak), pendekatan konvensional sudah tidak lagi bisa diterapkan," kata Agus dalam Jakarta Marketing Week 2020 di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Minggu (20/9).

Strategi pertama, empathy society. Artinya, mengedepankan empati dalam komunikasi pemasaran kepada target pasar.


Strategi ini, kata dia, dilakukan mengingat sisi lain dari pandemi adalah melahirkan perilaku masyarakat baru yang penuh empati dan sarat solidaritas sosial.

Kedua, pemasaran multimedia yang memberikan informasi dan menjawab semua keluhan atau kebutuhan pelanggan melalui berbagai platform informasi baik website, media sosial, surat elektronik hingga pesan aplikasi.

Ketiga, jaminan keamanan terkait produk yang ditawarkan dan strategi go virtual atau digital dengan memastikan bisnis perusahaan bisa dijangkau dalam jaringan (daring/online) karena konsumen saat ini beralih menggunakan media digital.

Dengan digital, pelaku usaha dapat memasarkan produknya lebih luas hingga ke pasar global.

[Gambas:Video CNN]

Menurut Agus, produk Indonesia memiliki peluang yang besar merambah pangsa pasar dunia. Pasalnya, hingga 2019, porsi ekspor Indonesia terhadap total ekspor dunia kurang dari satu persen yakni 0,89 persen dengan realisasi ekspor mencapai 167,49 miliar dolar AS.

Pada 2019, posisi Indonesia dalam perdagangan global berada di peringkat ke-32 atau di bawah Singapura yang menduduki peringkat 15, Vietnam (19), Thailand (24) dan Malaysia (25).

(sfr/sfr)