Penjualan Rokok Sampoerna Turun 15 Persen karena Corona

CNN Indonesia | Jumat, 18/09/2020 14:24 WIB
HM Sampoerna memprediksi volume penjualan rokok akan turun 15 persen sampai akhir tahun ini karena permintaah rendah di tengah pandemi corona. HM Sampoerna memprediksi volume penjualan rokok akan turun 15 persen sampai akhir tahun ini karena permintaah rendah di tengah pandemi corona. Ilustrasi. (Sipa/Pixabay).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT HM Sampoerna Tbk memperkirakan volume penjualan rokok akan turun sekitar 15 persen sampai akhir 2020 bila dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan volume penjualan terjadi karena rendahnya permintaan di tengah pandemi virus corona atau covid-19.

Di samping itu, industri rokok terdampak kebijakan kenaikan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) pada tahun lalu yang mulai diimplementasikan tahun ini. 

Hal ini tergambar dari kinerja penjualan pada semester I 2020 yang hanya mencapai 38,5 miliar batang. Jumlah penjualan tersebut turun 18,2 persen secara tahunan dari semester I 2019. 


"Estimasi penurunan industri untuk tahun ini adalah 15 persen. Kami melihat itu sudah terjadi dan sebenarnya di kuartal II," ungkap Direktur Utama Sampoerna Mindaugas Trumpaitis dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (18/9). 

Bersamaan dengan penurunan penjualan rokok, pangsa pasar penguasa penjualan rokok di Tanah Air itu juga merosot. Saat ini, pangsa pasar Sampoerna hanya 29,3 persen atau turun 3,1 persen dari sebelumnya.

Pangsa pasar perusahaan disumbang oleh merek Dji Sam Soe dan Sampoerna Kretek sekitar 36,3 persen. Lalu, juga ditopang oleh Marlboro 57,2 persen. 

Penurunan pangsa pasar terjadi karena menurunnya permintaan dan daya beli masyarakat di tengah pandemi covid-19.

"Sampoerna menyadari pandemi covid-19 ini merupakan tantangan yang berdampak langsung baik pada publik maupun dunia usaha Indonesia," terangnya. 

Di sisi lain, ia melihat permintaan juga berkurang karena kebijakan tarif cukai yang berlaku sejak tahun lalu. Hal ini membuat harga rokok meningkat di masyarakat. 

Kendati begitu, Sampoerna tengah berusaha mengompensasi potensi penurunan penjualan dengan melakukan inovasi produk. Hal ini tetap dilakukan agar tetap bisa memenuhi perubahan tren dan kebutuhan di masyarakat. 

"Sebagai contoh, kami meluncurkan produk SKM tar tinggi untuk merespons pergeseran permintaan ke produk tar yang lebih tinggi," pungkasnya. 

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)