Menhub soal Pelecehan saat Rapid Test di Soetta: Memalukan

CNN Indonesia | Rabu, 23/09/2020 17:51 WIB
Menhub Budi meminta pengelola bandara dan maskapai penerbangan mencegah tindakan pelecehan seksual terhadap wanita terulang. Menhub Budi meminta pengelola bandara dan maskapai penerbangan mencegah tindakan pelecehan seksual terhadap wanita terulang. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengecam dugaan pelecehan seksual oleh oknum petugas rapid test terhadap penumpang di Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu. Menurutnya, hal tersebut merupakan tindakan memalukan yang merugikan bagi industri penerbangan di tanah air.

Terlebih, saat ini, jumlah penumpang maskapai penerbangan menurun drastis karena ketakutan masyarakat terpapar virus corona saat bepergian.

"Beberapa hari yang lalu ada petugas yang melakukan rapid, melakukan suatu tindakan tidak menyenangkan atau tidak baik. Dengan waktu beberapa jam itu sudah tersebar le seluruh tanah air dan itu suatu tindakan yang memalukan," ujarnya dalam webinar yang digelar Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan, Rabu (23/9).


Seperti diketahui, dugaan pelecehan seksual tersebut mengemuka setelah korban berinisial LHI membuat utasan lewat akun Twitter @listongs pada Jumat (18/9) pekan lalu. Perempuan 23 tahun itu mengaku dipaksa membayar biaya tambahan sebesar Rp1,4 juta oleh oknum yang mengaku dokter pelaku pelecehan seksual tersebut.

Budi juga meminta pengelola bandara dan maskapai penerbangan mencegah tindakan tersebut terulang dan melakukan kampanye lebih masif untuk meningkatkan minat penumpang menggunakan transportasi udara.

"Sekali lagi Pak Presiden (Jokowi) mengharap dunia penerbangan menjadi suatu ukuran bagi pergerakan ekonomi. Inflasi kita kemarin tertekan karena dunia penerbangan mengkontribusi 30 persen. Sehingga cummulative growth kita minus lima persen," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, ia juga menyarankan pelaku industri penerbangan untuk memanfaatkan akun media sosial untuk mengkampanyekan protokol kesehatan demi mendapat kepercayaan publik kembali.

"Hal-hal positif yang dilakukan, tentang konsistensi kita tentang protokol kesehatan, itu memang harus di-share (dibagikan). Teman-teman pilot, teman-teman penerbangan yang punya akun atau followers yang banyak lakukan itu," tandasnya.

(hrf/sfr)