Erick Thohir Terbang ke Korsel Bahas Kerja Sama Vaksin Corona

CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 13:13 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir sedang bertandang ke Korea Selatan untuk membahas kerja sama pengembangan vaksin virus corona (covid-19). Menteri BUMN Erick Thohir sedang bertandang ke Korea Selatan untuk membahas kerja sama pengembangan vaksin virus corona (covid-19).(ANTARA FOTO/Galih Pradipta).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Erick Thohir sedang bertandang ke Korea Selatan (Korsel) untuk membahas kerja sama pengembangan vaksin virus corona (covid-19).

Informasi tersebut disampaikan oleh Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam acara NGOPI BUMN bertajuk BUMN Bahu Membahu Atasi Covid-19. Arya mengatakan pemerintah melakukan berbagai kerja sama pengembangan vaksin dengan sejumlah negara.

"Ini Pak Erick Thohir sekarang lagi ke Korsel, ini juga merupakan bagian dari langkah-langkah ini. Kemarin beliau sudah berangkat ke Korsel," ujarnya, Kamis (24/9).


Untuk diketahui, kerja sama pengembangan vaksin virus corona itu dilakukan melalui perusahaan BUMN. Misalnya, PT Bio Farma (Persero) tengah melakukan uji coba tahap ketiga vaksin covid-19. Perusahaan BUMN kesehatan itu bekerja sama dengan produsen vaksin asal China, Sinovac dalam pengembangan vaksin.

Lalu, PT Kimia Farma (Persero) dan PT Indo Farma (Persero) dengan perusahaan teknologi kesehatan asal Uni Emirat Arab, G42. Selain kerja sama dengan pihak asing, Arya menuturkan Indonesia juga mengembangkan vaksin secara mandiri yakni vaksin Merah Putih oleh LBME Eijkman.

"Ini diharapkan tahun depan sudah bisa uji klinis dan 2022 sudah bisa produksi," tuturnya.

Ia mengatakan pemerintah fokus mengembangkan vaksin virus corona buatan dalam negeri lantaran kebutuhan Indonesia terhadap vaksin sangat besar. Selain itu, pemberian vaksin tersebut bisa lebih dari sekali dosis.

"Bukan berarti sekali vaksin ini bisa tahan seumur hidup. Maka, mau tidak mau kami akan fokus untuk mengadakan vaksin buatan dalam negeri," katanya.

Sebelumnya, Erick menyatakan bahwa pemerintah berjanji pemerintah siap memproduksi sebanyak 250 juta dosis vaksin pada akhir tahun ini. Produksi vaksin covid-19 itu dilakukan oleh Bio Farma.

Meski penuh tantangan, namun ia menyanggupi untuk mulai menyuntikkan vaksin kepada 30 juta hingga 40 juta orang pada Januari-Februari 2021 dengan syarat seluruh komponen pemerintah seperti TNI/Polri, lintas kementerian, dan pemerintah daerah turut berperan aktif membantu.

"Kami memastikan bahwa kalau ini benar semua, Januari-Februari bisa mulai menyuntikkan sampai kurang lebih 30 juta - 40 juta vaksin," kata Erick.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/age)