Bos dan Pekerja Industri Penerbangan Tagih Bantuan Rp411 T

CNN Indonesia | Rabu, 23/09/2020 08:45 WIB
CEO dan serikat pekerja industri penerbangan AS meminta tambahan bantuan US$28 miliar untuk menyelamatkan bisnis di era pandemi covid-19. CEO dan serikat pekerja industri penerbangan AS meminta tambahan bantuan US$28 miliar untuk menyelamatkan bisnis di era pandemi covid-19. (AFP/Joe Raedle).
Jakarta, CNN Indonesia --

Para pemimpin perusahaan (CEO) dan serikat pekerja industri penerbangan menagih tambahan bantuan sebesar US$28 miliar atau setara Rp411,6 triliun (kurs Rp14.700) kepada Kongres Amerika Serikat (AS). Bantuan yang dimaksud terkait dampak virus corona (covid-19) yang menekan industri penerbangan AS.

Disebutkan bahwa industri penerbangan akan kehilangan 100 ribu pekerjaan jika tak 'diselamatkan' hingga pekan depan.

Acara bersama yang digelar di Capitol Hill, Washington, AS ini bertepatan dengan meningkatnya sentimen dari partisan kongres atas pertarungan mengisi kursi Hakim sebelumnya, Ruth Bader Ginsburg, yang meninggal pada akhir pekan lalu, Jumat (18/9).


Namun, para eksekutif dan pemimpin serikat pekerja berkeras bahwa mereka telah mendapatkan dukungan dari kedua pihak, baik dari DPR mau pun parlemen AS.

"Kelompok yang Anda lihat di depan Anda sangat menyadari taruhan tinggi saat ini untuk bangsa dan pemerintah federal kita," kata CEO American Airlines Doug Parker, seperti dikutip dari CNN.com, Rabu (23/9).

"Kami memahami bahwa perhatian Kongres diarahkan pada.. menentukan jalan ke depan untuk kursi di pengadilan yang sekarang kosong. Tapi kita semua tahu itu bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi negara. Kami di sini, hari ini, membawa pesan yang mendesak," imbuhnya

American Airlines, salah satu perusahaan penerbangan terbesar AS, menyatakan akan merumahkan 19 ribu pekerja jika tak mendapatkan bantuan tambahan pada pekan depan.

Bantuan atau hibah US$25 miliar untuk industri penerbangan ini termasuk larangan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebelum 1 Oktober.

Namun, semakin dekat dengan tanggal tersebut, sementara belum ada keputusan yang dibuat, puluhan ribu pekerja telah mendapat pemberitahuan bahwa mereka akan segera di-PHK.

Pun demikian, para pejabat penerbangan bersikeras bahwa bantuan pada menit terakhir dari kongres masih mampu mencegah terjadinya PHK. "Kami masih belum melewatkan kesempatan itu," kata CEO Airlines for America Nick Calio.

Serikat pekerja dan kalangan eksekutif mengatakan solusi pilihan mereka adalah tagihan bantuan keuangan yang meliputi penyelamatan industri penerbangan dan ekonomi secara luas, tetapi mereka akan mengambil bantuan apa pun yang dapat mereka kantongi.

Para pemimpin industri penerbangan berargumen bahwa bisnis mereka memegang peran yang vital bagi ekonomi AS dan jika industri akan melakukan PHK secara sekaligus, ekonomi negara tidak akan bisa bertahan. 

Mereka juga berpendapat bahwa sekali pekerjaan hilang, industri tak akan langsung dapat beroperasi seperti normal karena dibutuhkan waktu untuk melakukan pelatihan (training) dan sertifikasi pekerja seperti pilot, pramugari, dan para mekanik.

"Anda tidak bisa begitu saja melempar kunci ke pilot dan berkata 'mulai pesawatnya'. Ini membutuhkan waktu lama," terang Calio.

Mereka juga menyebut paket bantuan kepada yang diberikan sebelumnya dengan asumsi industri penerbangan telah kembali normal pada musim gugur ini, namun keadaan tak terjadi.

Perjalanan untuk musim panas telah berakhir dengan kurang dari setengah lalu lintas penumpang tahun lalu, dan pemesanan diperkirakan turun lebih drastis lagi di musim gugur.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)