Mentan Dorong Akselerasi Produksi Balai Benih Induk Kepri

Kementerian Pertanian, CNN Indonesia | Jumat, 25/09/2020 13:55 WIB
Selain hortikultura dan perkebunan, lokasi BBI Kepri bisa dikembangkan untuk sektor peternakan yang potensial jadi modal kekuatan perekonomian negara. Selain hortikultura dan perkebunan, lokasi BBI Kepri bisa dikembangkan untuk sektor peternakan yang potensial jadi modal kekuatan perekonomian negara. (Foto: Kementan Sekjen)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meninjau Balai Benih Induk (BBI) Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Kesehatan Hewan di Tembeling, Toapaya, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Menurutnya, Balai Benih Induk Pertanian memiliki peluang yang besar untuk pengembangan produk pertanian khususnya di sektor hortikultura dan perkebunan.

Diproyeksikan lokasi ini bisa untuk pengembangan sektor peternakan. Terlebih, posisi Kepri yang begitu dekat dengan negara tetangga merupakan modal kekuatan perekonomian negara.


"Kepulauan Riau adalah bagian kekuatan-kekuatan negeri yang ada. Ini dekat dengan Singapura dan Malaysia. Untuk itu upaya-upaya akselerasi sektor pertanian dari hortikultura, perkebunan, dan peternakan yang ada di sini menjadi kekuatan ekonomi," ucap Syahrul berdasarkan keterangan resminya, Jumat (25/9).

Melihat potensi tersebut, Syahrul berpesan agar pengembangan komoditas berdaya jual tinggi ini jadi perhatian serius bagi berbagai pihak.

"Kita punya peluang luar biasa berbeda dari tempat lain. Di depan itu ada Singapura, tempat terbuka untuk kalian. Saya kira di sini juga tiap tahun dikunjungi turis yang banyak untuk itu harus bisa dipersiapkan dan didorong," ujarnya.


Varietas Beragam

Sementara itu, Kepala Balai Benih Induk (BBI) Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Nil Erison menyebut komoditas tanaman yang ada di lokasi memiliki koleksi tanaman hortikultura dan perkebunan yang diambil dari balai-balai penelitian tanaman hortikultura dan perkebunan Badan Litbang Kementan.

"Luasan kami ada sekitar 50 hektare, kami memiliki produk horti seperti mangga, durian, alpukat, dan perkebunannya kami punya kebun pala, cengkeh, dan lada yang berasal dari Balitbu dan Balittro," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Syahrul menanam bibit mangga varietas Garifta Gading yang memiliki buah dengan tekstur lunak berserat kasar. Rasanya manis, aromanya harum kuat, dengan produksi rata-rata capai 64,42 Kg per pohon per tahunnya.

Kemudian Syahrul juga menanam bibit mangga varietas Sala dan melanjutkan pemetikan buah naga di lokasi yang berdekatan dengan lahan tanam mangga.

(fef)