Xi Jinping Ingin Pengusaha Swasta Dukung Partai Komunis China

CNN Indonesia | Senin, 28/09/2020 12:01 WIB
Presiden China Xi Jinping minta pengusaha swasta di negerinya mendukung Partai Komunis China. Ia mengirim pesan, pengusaha bisa untung bila ikut aturannya. Xi Jinping meminta pengusaha swasta di negerinya dukung Partai Komunis China. (ANTHONY WALLACE / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden China Xi Jinping meminta pengusaha swasta di negaranya mendukung upaya dan perjuangan Partai Komunis China.

Melansir dari CNN.com Senin (28/9), ia telah mengirim pesan ke pebisnis swasta China yang berbunyi "Anda dapat menghasilkan uang, jika Anda mengikuti aturan saya".

Partai Komunis China yang menjadi penguasa di Negeri Tirai Bambu pada bulan ini menerbitkan seperangkat pedoman yang menyerukan anggotanya untuk mendidik pengusaha swasta untuk mempersenjatai pikiran mereka dengan ideologi sosialisme [Xi].


Tak hanya itu, pedoman juga menyatakan sektor swasta membutuhkan orang-orang yang bijaksana secara politik. Karena itulah, pedoman itu menyerukan ke swasta mendengarkan dan mengikuti partai.

Pedoman tersebut muncul ketika ekonomi terbesar kedua di dunia itu tengah melanjutkan pemulihan ekonominya yang sempat rapuh tertekan pandemi virus corona dan perselisihan dagang dengan Amerika Serikat.

Pedoman tersebut sebenarnya bukan satu-satunya pendekatan yang dilakukan pemerintahan Xi Jinping terhadap pengusaha swasta. Di masa lalu, Beijing telah mengambil pendekatan yang lebih bijaksana ketika ingin menjalankan kendali atas perusahaan di luar sektor negara.

Pendekatan itu dilakukan Xi Jinping pada 2018 lalu. Saat itu Xi menawarkan keringanan pajak sektor swasta, bantuan keuangan, dan sumpah dukungan pribadi untuk memadamkan ketakutan dunia usaha atas apa pun yang tidak disukai politik.

[Gambas:Video CNN]

Belum jelas apa efek praktis dari pedoman terbaru Xi Jinping tersebut terhadap perusahaan swasta di China. Namun, sebuah fakta baru soal betapa kuatnya hubungan pengusaha swasta dengan partai dan pemerintah tidak memberikan jaminan mereka bisa lepas dari jeratan hukum.

Sebagai pengingat, pada Selasa (22/9) lalu, sempat terjadi pada Ren Zhiqiang yang merupakan pensiunan maestro real estate di China. Ia harus menghadapi kenyataan pahit karena harus dipenjara selama 18 tahun atas tuduhan korupsi.

Hukuman diberikan setelah sebelumnya ia mengkritik penanganan pandemi corona yang dilakukan pemerintahan Xi. Padahal secara ikatan, taipan tersebut mempunyai hubungan kuat dengan Partai Komunis China.

Sektor swasta adalah bagian penting dari perekonomian China. Lebih dari 30 juta bisnis swasta berkontribusi lebih dari 60 persen dari PDB negara.

Jumlah pajak yang mereka bayarkan mencapai lebih dari setengah pendapatan pemerintah. Tak hanya itu, mereka juga berhasil menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 80 persen pekerja China.

(agt/sfr)