Pengusaha Harap Penataan Logistik Dorong Daya Saing RI

CNN Indonesia | Jumat, 25/09/2020 07:35 WIB
Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) berharap penataan ekosistem dapat mendorong peringkat logistik Indonesia masuk ke 30 besar dunia. Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) berharap penataan ekosistem dapat mendorong peringkat logistik Indonesia masuk ke 30 besar dunia. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yuki Nugrahawan Hanafi berharap penataan ekosistem logistik nasional (National Logistic Ecosystem/NLE) dapat mendorong daya saing Indonesia di kancah global.

Saat ini, kata dia, Logistic Performance Index masih Indonesia masih berada di peringkat ke-5 se-Asia Tenggara dan ke-40 di dunia. Jika program penataan tersebut telah terealisasi ia berharap Indonesia bisa naik ke peringkat 30 besar di dunia dan 3 besar di Asia Tenggara.

"Dalam list World Bank Logistic Performance Index, kita (Indonesia) lima besar di Asean dan 40 besar di dunia. Kami harapkan dengan NLE kita bisa mausk 30 besar di dunia dan 3 besar di Asean agar kue di Asean bisa kita nikmati dari sisi investasi," ujarnya dalam konferensi pers Penataan Logistik Nasional, Kamis (24/9).


Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap kerjasama pemerintah dan pengusaha dapat mendorong penataan ekosistem logistik lebih cepat dari yang direncanakan.

Pasalnya, selama ini rendahnya daya saing logistik Indonesia turut membebani neraca transaksi berjalan. Ia juga menyebutkan biaya logistik Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara ASEAN lainnya, yakni 23,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Selama ini sektor jasa terutama logistik, forwarder, insurance Indonesia masih defisit jadi kalau kita (Indonesia) makin efisien berarti kita bisa provide dan bisa mendapatkan apa yang dikatakan Pak Yuki tadi," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]

Jika sektor ini dapat dibenahi dengan NLE, ia yakin ongkos logistik dapat ditekan menjadi 17 persen terhadap PDB. "Target kami menurunkan biaya logistik dari 23,5 persen menjadi 17 persen, berarti sekitar 6 persen. Kalau 6 persen dari PDB kita yang sekarang 15 ribu triliun, angkanya sangat signifikan," terangnya.

Ia juga yakin membaiknya kondisi logistik dapat membuat indeks kemudahan berbisnis meningkat dan investor makin tertarik menanamkan modalnya ke Indonesia. "Tidak hanya efisiensi, tapi juga kuenya (investasi) jatuh ke pengusaha Indonesia. Jadi kerja sama dengan asosiasi dan pengusaha akan terus kami lakukan," tandasnya.

(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK