Bebas Rob, Petani Cilacap Panen Padi Hasil Program Kementan

Kementan Sekjen, CNN Indonesia | Selasa, 29/09/2020 10:12 WIB
Panen raya padi seluas 175 hektare dilakukan di lokasi program Kementerian Pertanian GPOT di pesisir Pantai Selatan Cilacap pada Sabtu (26/9). Ilustrasi panen. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Panen raya padi seluas 175 hektare dilakukan di lokasi program Kementerian Pertanian Gerakan Percepatan Olah Tanah (GPOT) di pesisir Pantai Selatan Cilacap pada Sabtu (26/9).

Dalam panen raya yang diikuti juga oleh Kepala Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBPPMBTPH) Warjito itu, Kelompok Tani Sidadadi begitu bersyukur dan antusias. Dari total 500 hektare lahan GPOT, hingga tulisan diturunkan panen berlangsung dengan luas 300 hektare. Panen merupakan hasil tanam bersamaan dengan pencanangan GPOT oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Bupati Cilacap Tatto Suwarto pada Juni lalu.

Warjito mengatakan, panen ini menjadi bukti bahwa petani adalah ujung tombak ketahanan pangan masyarakat.


"Alhamdulillah kita petik hasilnya hari ini meskipun bangsa kita sedang dilanda pandemi Covid-19 tapi petani di sini mampu bertahan, bahkan bisa terus berproduksi," kata Warjito.

Ia menyampaikan apresiasi atas perjuangan petani, penyuluh, mantri tani, petugas dinas, dan seluruh jajaran instansi pertanian yang aktif ambil bagian mendukung program pemenuhan kebutuhan pangan nasional.

Secara terpisah, Koordinator Penyuluh di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Gandrungmangun Santoso mengaku bersyukur atas keberhasilan kegiatan percepatan tanam. Menurutnya, panen padi jarang ditemui di MT II.

"Kalau tahun-tahun sebelumnya lahan sering terdampak rob, jadi kebanyakan disini mundur jadwal tanam, bahkan terkadang membiarkan lahan bera," ujar Santoso.

Sementara, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Ermawati mengatakan bahwa program peningkatan produksi padi, jagung maupun kedelai terus digaungkan dengan memanfaatkan bantuan benih label ungu varietas Inpari 42. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi produksi yang rendah.

Penanggungjawab kegiatan GPOT Cilacap sekaligus Kabid Informasi dan Jaringan Laboratorium BBPPMBTPH Trimartini menambahkan, peningkatan provitas padi menjadi salah satu strategi dalam mempersiapkan pangan. Penggunaan VUB Inpari 42, kata dia, mampu memberikan hasil lebih baik dibanding varietas lain yang pernah dicoba di lahan terdampak banjir rob ini. Hasil ubinan yang dilakukan di dua titik disebut menggembirakan, dengan hasil rata-rata produktivitas sekitar 9,79 ton GKP per hektar.

"Harapannya kegiatan GPOT ini terus berlanjut dengan pendekatan korporasi. Kami mengusulkan perlunya pendampingan permodalan dan dikawal langsung Bank BPD Jateng, khususnya bagi para petani yang berada di kecamatan Gandrungmangun ini," ungkap Trimartini.

(rea)