Target Setoran Dividen BUMN Diturunkan Jadi Rp26,1 T di 2021

Antara, CNN Indonesia | Selasa, 29/09/2020 12:47 WIB
Kementerian BUMN menargetkan setoran dividen BUMN untuk negara sebesar Rp26,1 triliun pada 2021, lebih rendah dari target tahun ini yang Rp43,8 triliun. Kementerian BUMN menargetkan setoran dividen BUMN untuk negara sebesar Rp26,1 triliun pada 2021. Target turun dibanding tahun ini. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian BUMN menargetkan setoran dividen BUMN untuk negara bisa mencapai Rp26,1 triliun pada 2021. Target tersebut turun jika dibandingkan dengan postur revisi APBN 2020 yang Rp43,8 triliun.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyatakan penurunan target dilakukan karena kinerja BUMN berpotensi masih tertekan pandemi covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia.

"Karena pandemi covid-19 ini menghantam semua, sehingga terjadi penurunan, ditargetkan oleh Kementerian Keuangan sebesar Rp26,1 triliun," ujar Arya seperti dikutip dari Antara, Selasa (29/9).


Arya mengatakan setoran dividen BUMN pada tahun depan tersebut diproyeksikan berasal dari BUMN perbankan sebesar Rp11,9 triliun dan dari BUMN non-perbankan sebesar Rp14,2 triliun.

Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan setoran dividen kepada negara masih menjadi salah satu indikator kinerja utama (key performance indicators/KPI) bagi perusahaan negara meski dibayangi pandemi covid-19.

Kendati demikian, ia mengakui, setoran dividen BUMN kepada negara pada 2021 mendatang diperkirakan tergerus akibat terdampak pandemi covid-19.

Ia mengatakan menurunnya setoran BUMN itu dinilai wajar mengingat pandemi covid-19 mempengaruhi kinerja mayoritas BUMN.

"Situasi BUMN sendiri, suka tidak suka, kondisi BUMN sama seperti kebanyakan perusahaan swasta. Sebanyak 90 persen terdampak, hanya 10 persen yang berjalan normal," katanya.

Erick menyebutkan salah satu BUMN yang terkena dampak covid-19, yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang mengalami penurunan hingga 90 persen.

Erick sebelumnya telah meminta kepada seluruh BUMN untuk tidak terlena dalam melaksanakan indikator kinerja utama (key performance indicators/KPI) di tengah wabah covid-19.

[Gambas:Video CNN]



(age/agt)