Nucalale, Kreatif Kenalkan Budaya NTT

Kemenparekraf, CNN Indonesia | Kamis, 01/10/2020 13:03 WIB
UMKM yang diinisiasi oleh pemuda NTT, Nucalale, terbukti bertahan di tengah gempuran pandemi Covid-19. UMKM yang diinisiasi oleh pemuda NTT, Nucalale, terbukti bertahan di tengah gempuran pandemi Covid-19. (Foto: dok. CNNIndonesia TV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nucalale adalah salah satu Usaha Menengah Kecil dan Makro (UMKM) #BeliKreatifLokal yang digagas oleh dua pemuda Nusa Tenggara Timur, Sarafim dan Randi. Lewat setiap produk yang dihasilkan seperti kaos, kemeja, hingga tote bag, Nucalale selalu menampilkan budaya lokal NTT.

Sarafim mengungkapkan, nama Nucalale merupakan inspirasi dari leluhur mereka.

"Nucalale itu awalnya terinspirasi dari budaya leluhur kita di Nusa Tenggara Timur. (Nama Nucalale) berangkat dari sejarah, salah satu wilayah di Flores Barat, namanya Manggarai," ujar Sarafim.


Manggarai, kata Sarafim, pada tahun 1700-an bernama Nucalale. Nuca berarti gugusan pulau, dan lale adalah nama jenis pohon yang melambangkan kesuburan. Mengusung nama Nucalale, Sarafim dan tim berupaya menarasikan budaya NTT secara sederhana lewat karya.

Salah satu produk unggulan Nucalale adalah tenun. Selain itu, Sarafim memberi selingan berupa ilustrasi gambar dan kata-kata khas NTT. Pandemi Covid-19 yang memaksa pelaku UMKM berinovasi pun membuat Sarafim dan tim terinspirasi untuk membuat masker bermotif tato tradisional Flores dalam waktu dekat.

Sarafim menilai, Nucalale bisa bertahan di tengah pandemi karena kesetiaan pelanggan. Ia menjelaskan telah lama menerapkan strategi komunikasi dengan pembeli.

"Kenapa kita bisa bertahan, yang pertama, kita punya loyal customer. Enggak cuma mereka yang sekali beli terus sudah, kita selalu gimana caranya pembeli tetap kontak sama kita, menjalin komunikasi sama customer. Jadi ketika ada produk baru, mereka pasti beli lagi," katanya.

Kemudian, Nucalale juga mengadakan kerja sama dengan pihak-pihak pendukung, salah satunya Kemenparekraf lewat Program Beli Kreatif Lokal. Sarafim mengaku terbantu karena mendapat ilmu bagaimana mengembangkan dan membuat jenama lebih dikenal. Selama enam bulan, Nucalale dibimbing oleh mentor Beli Kreatif Lokal.

"Selain kita dibekali dengan informasi, kita juga dibantu di media sosial. Jadi untuk iklan-iklan media sosial, itu (dibantu) Kemenparekraf lewat tim Beli Kreatif Lokal. Mereka kasih kita ilmu, terus juga membantu penjualan dengan pembuatan konten dan pemasangan iklan di media sosial," ucap Sarafim.

Tak butuh waktu lama, Sarafim segera melihat perubahan signifikan dalam bisnisnya. Berkat riset mendalam yang dilakukan untuk desain produk, kini Nucalale juga memiliki pelanggan dari negeri tetangga. Penjualan daring lewat berbagai e-commerce dan media sosial pun mengalami peningkatan.

Sejak pandemi melanda, Sarafim menegaskan Nucalale selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap tahapan produksi. Dengan semangat memperkenalkan budaya lokal kepada dunia, Nucalale menjadi salah satu bukti bahwa UMKM #BeliKreatifLokal dapat bertahan di masa sulit lewat kesungguhan dan kreativitas, sehingga meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

[Gambas:Youtube]

(rea)