Pemerintah Belum Buka Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 11

CNN Indonesia
Senin, 05 Oct 2020 07:49 WIB
Pemerintah belum membuka pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 11 karena target peserta sebanyak 5,6 juta orang yang ditetapkan pemerintah sudah tercapai. pemeri Pemerintah belum membuka pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 11 karena kuota sudah terpenuhi. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah belum membuka pendaftaran program Kartu Prakerja dari gelombang 11 sampai hari ini, Senin (5/10). Hal ini karena penjaringan kepesertaan sudah terpenuhi melalui 10 gelombang pendaftaran yang dibuka sejak April hingga September 2020 kemarin.

Sebagai informasi, pada gelombang 10 pendaftaran Kartu Prakerja, pemerintah berhasil menjaring 116.261 peserta program. Jumlah ini merupakan sisa kuota dari target 5,6 juta peserta program Kartu Prakerja untuk tahun anggaran 2020 yang pada pendaftaran gelombang 1-9 sudah berhasil menjaring 5,4 juta peserta.

"Dengan demikian lengkaplah total kuota penerima Kartu Prakerja tahun anggaran 2020," ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, belum lama ini.


Peserta Kartu Prakerja akan mendapat dana sebesar Rp3,55 juta per orang. Dana itu digunakan sebaga insentif Rp2,4 juta, biaya pelatihan Rp1 juta, dan insentif survei Rp150 ribu.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di berbagai saluran informasi Kartu Prakerja, mulai dari situs resmi hingga akun Instagram program, hingga saat ini belum terlihat rencana pembukaan pendaftaran gelombang baru program ini.

Kendati begitu, rencananya pemerintah akan meneruskan program ini pada tahun depan. Rencana ini merupakan instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

[Gambas:Video CNN]

"Bantuan Presiden untuk UMKM akan dilanjutkan (pada tahun depan). Kemudian, kartu prakerja," kata Airlangga.

Ketika dibuka nanti, syarat kepesertaan Kartu Prakerja akan sama dengan yang terakhir berlaku. Syaratnya itu adalah, calon penerima merupakan warga negara Indonesia (WNI), minimal berusia 18 tahun, dan sedang tak menempuh pendidikan formal.

Syarat tambahan, bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, maupun Polri, bukan kepala maupun perangkat desa, BUMN, dan BUMD, bukan penerima bansos lain dari pemerintah, dan tidak pernah menerima Kartu Prakerja sebelumnya.

(agt/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER