PEN: Realisasi Anggaran Sembako Jabodetabek 50 Persen Lebih

KPCPEN, CNN Indonesia | Sabtu, 10/10/2020 21:31 WIB
Pemerintah terus melakukan percepatan realisasi program bantuan sosial (bansos) sembako Jabodetabek dan bansos tunai non-Jabodetabek. Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah terus melakukan percepatan realisasi program bantuan sosial (bansos) sembako Jabodetabek dan bansos tunai non-Jabodetabek.

Berdasarkan data Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), rata-rata realisasi kedua program tersebut sudah di atas 50 persen per 30 September 2020. Jika dirinci, program bansos sembako Jabodetabek menjangkau 1,9 juta keluarga dengan realisasi anggaran Rp4,4 triliun atau 65,6 persen dari pagu yang ditetapkan.

Sementara itu, bansos tunai non-Jabodetabek disalurkan kepada sembilan juta keluarga dengan realisasi senilai Rp26 triliun atau 78,8 persen dari total pagu anggaran.


Dengan tren penyerapan anggaran bansos yang positif, pemerintah optimistis mampu mencatatkan realisasi sesuai dengan target di akhir tahun nanti.

Pemerintah melalui Satgas PEN melakukan percepatan realisasi program pemulihan ekonomi nasional dengan lima langkah, pertama adalah perpanjangan berbagai program sampai dengan Desember 2020. Lainnya, mempercepat proses usulan baru berbagai kluster serta realisasinya, redesign program agar lebih efektif, dan mempercepat proses birokrasi program.

Sebelumnya, berdasarkan data Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) senilai Rp318,5 triliun atau sekitar 45,8 persen dari pagu Rp695,2 triliun telah teralisasi. Serapan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada perekonomian Indonesia.

"Dari enam program pemerintah, penyerapan di empat program prioritas yang menjadi fokus Satgas PEN naik secara signifikan, yaitu Perlindungan Sosial, Dukungan UMKM, Sektoral K/L dan Pemda serta Pembiayaan Korporasi," kata Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin, pada acara konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (07/10).

(asa/asa)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK