Bank Mandiri Ramal Penjualan Mobil Anjlok 41,8 Persen di 2020

CNN Indonesia
Rabu, 14 Oct 2020 15:58 WIB
Bank Mandiri meramal penjualan mobil anjlok 41,8 persen pada tahun ini tertekan oleh pelemahan daya beli masyarakat yang terjadi akibat pandemi corona. Bank Mandiri meramal penjualan mobil anjlok 41 persen pada tahun ini karena corona. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memproyeksi penjualan mobil tahun ini anjlok 41,8 persen. Dengan perkiraan itu, penjualan mobil 2020 hanya sekitar 610 ribu unit dari target Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang sebanyak 1,05 juta unit.

"Sudah jelas semua segmen turun. Kami proyeksikan pada 2020 penurunan penjualan kendaraan bermotor sampai 42 persen atau 41,8 persen," ungkap Senior Research Specialist Mandiri Institute Andre Simangunsong dalam dalam Webinar Road to Indonesia Development Forum (IDF) 2021, Rabu (14/10).

Ia mengatakan penurunan penjualan kemungkinan terjadi akibat virus corona. Pandemi tersebut berdampak buruk ke ekonomi dalam negeri dan daya beli masyarakat sehingga menekan angka penjualan.


Namun, Andre memperkirakan penurunan tak akan berlangsung lama. Pihaknya yakin penjualan mobil bangkit lagi tahun depan.

Berdasarkan proyeksi lembaganya, penjualan mobil akan naik 38,7 persen menjadi 845 ribu unit pada periode waktu tersebut.

Peningkatan akan berlanjut pada 2022 dan 2023. Pada 2022, Andre memperkirakan penjualan mobil mencapai 935 ribu atau naik 10,7 persen.

Sementara itu pada 2023, penjualan akan naik 0,6 persen menjadi 941 ribu unit.

[Gambas:Video CNN]

Dalam kesempatan yang sama, Chief Economist PT Danareksa (Persero) Moekti Prasetiani Soejachmoen mengatakan pihaknya baru saja melakukan survei terkait pembelian mobil baru dan bekas kepada masyarakat. Hasilnya, 73 persen dari total responden mengaku enggan membeli mobil baru di masa pandemi.

"Hanya 27 persen dari responden yang mau beli mobil, baik mobil baru dan bekas," kata Moekti.

Rinciannya, 20 persen dari total responden mengaku ingin membeli mobil baru dan 7 persen ingin beli mobil bekas di tengah pandemi. Namun, 30 persen dari 73 persen yang mengaku enggan membeli mobil di masa pandemi menyatakan akan membeli mobil jika harga penjualan turun.

"Tapi ini kalau harga turun sekitar 25 persen-35 persen. Harga sudah turun tapi peningkatan yang ingin membeli mobil tidak terlalu banyak," ucap Moekti.

Ia mengatakan mayoritas masyarakat masih belum berminat membeli mobil di masa pandemi karena mobilitas masyarakat kini berkurang. Dengan begitu, banyak masyarakat yang merasa tidak butuh mobil.

(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER