Holding Perkebunan BUMN Bidik PTPN V Melantai di Bursa 2023

CNN Indonesia | Selasa, 20/10/2020 05:45 WIB
PTPN III menargetkan PTPN V dapat melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2023 mendatang untuk membiayai rencana perluasan area tanam. PTPN III menargetkan PTPN V dapat melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2023 mendatang untuk membiayai rencana perluasan area tanam. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN selaku holding Perkebunan Nusantara mengatakan bakal mengantar anak usahanya, PTPN V, ke lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2023 mendatang. Aksi korporasi dilakukan untuk membiayai rencana perluasan area tanam.

"Mungkin 2023 kami coba untuk PTPN V, itu semua kami lakukan untuk memperluas area tanam dan industri hilir," ungkap Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Abdul Ghani dalam diskusi virtual bertajuk Pemulihan Ekonomi di Sektor Pertanian, Senin (19/10).

Ia bilang rencana untuk mengantarkan anak usahanya untuk melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) itu sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, anak usahanya PTPN IV akan melakukan IPO pada 1998 silam.


Lalu, aksi korporasi ditunda karena saat itu terjadi krisis dan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok. Lalu, PTPN IV kembali berencana untuk IPO pada 20019, hanya saja krisis kembali terjadi dan pasar modal bergerak negatif.

Selanjutnya, kini giliran PTPN V yang berniat untuk IPO. Rencana awal, IPO akan dilakukan pada 2019 lalu.

Namun, IHSG tahun lagi-lagi bergerak fluktuatif. Dengan demikian, PTPV mengurungkan niatnya untuk melepas saham ke publik.

"Jadi ketika mau IPO, IHSG selalu bergerak jatuh, pada 1998, lalu 2008, lalu 2019. Jadi kami tunda terus," jelas Abdul.

Sementara, ia bilang perusahaan akan mengembangkan lahan untuk menanam kelapa sawit dan tebu ke depannya. Untuk itu, Abdul berniat mengurangi atau mengonversi lahan karet untuk menjadi lahan untuk sawit dan gula.

"Kami fokus pada dua komoditas, tebu dan sawit. Lahan karet kami kurangi, lahan teh kami perbaiki karena teh agak berat di Jawa Barat," ucap Abdul.

Selain itu, PTPN III juga akan bekerja sama dengan investor untuk mengembangkan tambak ikan dan udang di Nusa Tenggara Timur (NTT). Nantinya, produksi ikan dan udang akan diarahkan untuk kebutuhan ekspor.

"Kami buka lahan ini, kerja sama dengan China. Sangat banyak yang akan kami lakukan," pungkas Abdul.

[Gambas:Video CNN]



(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK