Cerita Ahok soal Kerjaan yang Sama dengan Dirut Pertamina

CNN Indonesia | Selasa, 20/10/2020 07:34 WIB
Komut Pertamina Ahok menyatakan meski menjabat komisaris utama, tugasnya di perusahaan hampir sama dengan dirut karena seminggu rapat sampai 4 kali. Ahok mengatakan meski berposisi sebagai komut, dia bekerja mirip dirut Pertamina. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bercerita soal kesibukannya di perusahaan yang hampir menyamai direktur utama. Hal tersebut bahkan sempat membuat sejumlah orang menyebutnya sebagai "komisaris rasa dirut".

Ahok memang menyatakan menjabat komisaris utama di Pertamina tak lantas membuatnya hanya ongkang-ongkang kaki. Pasalnya, dalam seminggu ia bisa rapat tiga sampai empat kali.

Padahal, kata dia, kewajiban komisaris menggelar rapat bersama direksi hanya empat kali dalam setahun. 


"Kami bisa rapat seminggu kadang-kadang tiga kali empat kali. Makanya ada yang ngeledekin ini komut rasa dirut, saya suka becanda, saya bukan komut rasa dirut, dirut nyaru komut," tuturnya seperti dikutip dari sebuah video bersama seniman Butet Kertaradjasa di YouTube, Senin (19/10).

Ahok mengatakan berbagai ide dan masukkan telah ia sampaikan ke jajaran direksi Pertamina. Salah satunya soal perombakan sistem jenjang karir dan kenaikan pangkat.

Ahok mengatakan sebelumnya pegawai perusahaan yang ingin naik ke jenjang jabatan vice president, wajib memiliki masa kerja minimal 20 tahun.

Padahal, seorang karyawan harusnya layak menempati posisi tersebut jika telah memiliki penilaian baik dan memenuhi standar kompetensi yang disyaratkan.

[Gambas:Youtube]

"Jadi kalau orang mau jadi vice president, orang mesti kerja mungkin di atas 20 tahun, ini urut kacang," tuturnya.

Kini berkat masukan komisaris, sistem jenjang karir di Pertamina dilakukan dengan lelang jabatan yang terbuka bagi seluruh pekerja tanpa pandang masa jabatan dan umur.

"Sekarang saya potong. Kami masuk yang kedua kali, kami tes, tadi baru rapat juga bahwa kalau kamu tes bagus juga bisa langsung loncat 4-5 kali," tuturnya.

Meski demikian, Ahok mengaku kurang puas dan lebih ingin mengocok ulang seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) di Pertamina saat ini.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengetes ulang seluruh pekerja seperti yang pernah ia terapkan saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Dengan cara tersebut, menurutnya, perusahaan dapat energi tambahan dengan hadirnya orang-orang baru di jabatan tertentu.

"Saya maunya kocok ulang kayak yang di DKI dulu. Waktu di DKI kan kalau nggak salah ada 10 ribu atau 11 ribu jabatan struktur kita pangkas. Semua dikocok ulang, tinggal 6.000 orang kalau nggak salah," tutur Ahok.

(agt/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK