3 Alasan Sri Mulyani Tolak Pajak Mobil Baru 0 Persen

CNN Indonesia | Selasa, 20/10/2020 07:14 WIB
Menkeu Sri Mulyani memutuskan untuk menolak usulan agar pajak mobil baru diturunkan sampai 0 persen. Berikut 3 alasannya. Sri Mulyani menolak usulan pajak mobil baru 0 persen karena takut berdampak negatif ke sektor lain. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani akhirnya secara tegas memutuskan menolak usulan Kementerian Perindustrian agar pajak mobil baru diturunkan sampai 0 persen.

Usulan pajak mobil 0 persen berasal dari Menteri Perindustrian Agus Gumiwang. Usul itu turut diamini oleh para pelaku industri karena dianggap tepat untuk mendongkrak penjualan mobil yang tengah tertekan pandemi virus corona atau covid-19.

Sri Mulyani mengatakan ada beberapa pertimbangan yang digunakannya hingga akhirnya menolak usulan itu. Pertama, ia ingin insentif pajak bagi industri tidak diberikan pada satu sektor saja.


Ia ingin insentif bisa diberikan secara luas dan merata.

"Kami saat ini tidak mempertimbangkan untuk memberikan pajak mobil baru sebesar 0 persen seperti yang disampaikan oleh industri dan Kementerian Perindustrian," ucap Ani saat konferensi pers APBN KiTa edisi September 2020 secara virtual, Senin (19/10). 

Kedua, ia mengklaim pemerintah sudah memberikan beberapa insentif yang juga cocok bagi industri mobil.

"Kami akan terus coba untuk berikan dukungan-dukungan kepada sektor industri keseluruhan melalui insentif-insentif yang kami sudah berikan," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]

Alasan ketiga, kalau diberikan insentif pajak mobil baru 0 persen bisa memberi dampak negatif kepada perekonomian di sektor lain.

"Setiap insentif yang diberikan kami akan evaluasi lengkap sehingga kami tidak akan berikan insentif yang di satu sisi bisa memberikan dampak negatif ke kegiatan ekonomi lain," katanya.

(uli/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK