Orang Tajir AS Belanjakan Uang untuk Perhiasan kala Pandemi

CNN Indonesia | Selasa, 20/10/2020 17:02 WIB
Penjualan perhiasan di AS naik semasa pandemi corona. Uang yang biasanya mereka gunakan untuk jalan-jalan kini mereka belikan berlian. Orang kaya di AS banyak membelanjakan uang mereka untuk membeli perhiasan kala corona. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia --

Penjualan perhiasan seperti cincin berlian dan kalung emas di Amerika Serikat (AS) meningkat selama pandemi covid-19. Itu menjadi gambaran baru kesenjangan antara si kaya dan si miskin di Negeri Paman Sam dan dunia.

Mengutip CNN Business, Edahn Golan Diamond Research & Data menyatakan penjualan perhiasan mewah di AS memang masih bagus meski ekonomi tengah tertekan corona. Penjualan bahkan mulai mendapatkan momentum menjelang musim panas.

Data terbaru mereka menunjukkan nilai penjualan perhiasan halus berhasil tembus US$5,25 miliar pada Agustus kemarin. Itu naik hampir 10 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu.


Signet Jewellers (SIG) yang memiliki dan mengoperasikan pengecer Kay Jewellers dan Zales, mengatakan penjualan awal Agustus perusahaan untuk semua perhiasan naik 10,9 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Sementara Tiffany & Co, perusahaan ritel perhiasan dan barang-barang antik justru terpukul. Pasalnya, penurunan kunjungan wisatawan ke toko yang terjadi akibat corona menekan penjualan mereka.

Mereka mengatakan penjualan di AS pada Agustus dan September turun dengan persentase dua digit yang lebih rendah. Meski demikian kondisi itu masih lebih baik jika dibandingkan Mei.

Mereka merinci kinerja penjualan yang menguat berasal dari lini T1, yakni emas dan emas terbaru dengan koleksi perhiasan berlian. Peningkatan keuntungan untuk industri perhiasan, menurut Tiffany, datang karena pemulihan ekonomi AS kehabisan tenaga setelah mengalami rebound yang cepat di musim panas.

Beberapa ekonom berpendapat bahwa pemulihan ekonomi tampaknya berbentuk huruf K, di mana orang Amerika terkaya dengan cepat pulih sementara rumah tangga berpenghasilan menengah dan rendah tidak.

Daniel Bachman, Ekonom Senior di Deloitte mengatakan pandemi telah menghantam pasar tenaga kerja secara tidak merata.

"Masyarakat kelas bawah terpukul keras, dan terus terang mereka tidak membeli perhiasan. Sementara orang-orang kaya berada pada posisi di mana pendapatan mereka tak terpakai dan tingkat tabungan sangat tinggi sekarang," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Beli Berlian Ketimbang Bepergian

Penjual perhiasan memiliki teori tersendiri mengapa mereka melihat penjualan tetap bagus walau ekonomi tertekan corona. Stephen Lussier, wakil presiden eksekutif De Beers, perusahaan pertambangan berlian terbesar di dunia berpandangan pesaing nomor satu industri mereka adalah pariwisata.

"Jika Anda memiliki pernikahan, ulang tahun pernikahan ke 10 atau 25, ulang tahun atau momen yang penting, hal romantis yang harus dilakukan adalah bepergian. Tapi sekarang, dengan perjalanan yang menurun, perhiasan berlian telah menangkap sebagian dari anggaran perjalanan yang tidak terpakai, katanya

Macy's, jaringan departement store di AS, mengatakan telah melihat salah satu ketertarikan pelanggan pada kategori perhiasan selama pandemi covid-19 dikarenakan ingin mempertahankan nilainya.

Jamie Singleton, Presiden Kay Jewellers and Zales melihat tren itu pada cincin pertunangan. "Karena tak ada tujuan perjalanan, mereka berinvestasi dalam cincin [berlian] yang lebih menakjubkan," katanya.

Penjual perhiasan dengan skala lebih kecil mengatakan segalanya mulai membaik setelah mereka mengalami pukulan keras awal tahun ini. Seperti kebanyakan pengecer, penguncian Covid-19 memaksa Van Cott Jewellers, sebuah bisnis berusia 100 tahun di Vestal, New York untuk menutup pintunya pada pertengahan Maret.

Bisnis mereka baru dibuka kembali pada 8 Juni. Sejak itu, Birdie Levine, pemilik toko sekaligus penilai ahli permata bersertifikat, telah memperhatikan beberapa tren dalam pembelian perhiasan berlian.

Ia menuturkan telah menjual banyak perhiasan berlian senilai US$20 ribu, US$30 ribu US$40 ribu sejak buka kembali.

"Karena Covid-19, kami tutup selama hampir tiga bulan dan kemudian kami hanya diizinkan untuk menawarkan penjualan di tepi jalan. Kondisi ini pasti berdampak buruk. Baru pada bulan Juli kami menyaksikan peningkatan penjualan berlian kelas atas," ujarnya.

Levine juga mengatakan pelanggannya mengupgrade berlian pada perhiasan yang mereka miliki, seperti cincin pertunangan atau pernikahan, atau membeli perhiasan yang benar-benar baru.

Hasilnya, dia bilang, penjualan rata-rata sejak pembukaan kembali jauh lebih tinggi meskipun total penjualannya belum mencapai apa yang terjadi setahun lalu. Meski begitu, Levine berharap perhiasan berlian akan menjadi laris manis untuk liburan.

"Saya bersiap-siap untuk membeli banyak berlian lepas agar siap," katanya.

(hrf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK