Peningkatan Kasus Corona Akan Tekan IHSG

CNN Indonesia | Kamis, 22/10/2020 06:12 WIB
IHSG diramal melemah tertekan oleh ketidakpastian pembahasan stimulus penanganan covid di AS dan aksi tunggu pasar terhadap rilis kinerja emiten. IHSG diramal melemah akibat ketidakjelasan pembahasan stimulus penanganan covid-19 di AS dan aksi tunggu pasar terhadap rilis data kinerja emiten. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada perdagangan Kamis (22/10). Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menuturkan pergerakan indeks masih dibayangi ketidakpastian atas stimulus tambahan penanganan covid-19 di Amerika Serikat sebelum pemilihan presiden.

Selain itu, investor juga masih menanti laporan keuangan sejumlah emiten sepanjang kuartal III 2020 serta mencermati penambahan kasus covid-19 di dalam negeri.

Seperti diketahui pada 18-19 Oktober lalu kasus baru harian covid-19 sempat turun dari kisaran 4.000 ke kisaran 3.000. Namun kemarin, kasus baru covid-19 kembali ke kisaran 4.000 per hari.


"Dari dalam negeri jumlah kasus covid-19 secara harian mencatatkan penurunan namun masih harus diwaspadai," ujar Dennies seperti dikutip dari riset hariannya, Kamis (22/10).

Dia memproyeksikan indeks saham bergerak di rentang support 5.055-5.075 dan resistance 5.123-5.151.

Sementara Director Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi IHSG masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar. Hal ini lantaran fluktuasi nilai tukar rupiah dan harga komoditas masih akan turut mewarnai pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang.

"Namun mengingat kuatnya fundamental perekonomian Indonesia maka jika terjadi koreksi wajar para investor masih dapat memanfaatkan momentum untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek, hari ini IHSG berpotensi bergerak terbatas," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]

Dengan sentimen itu ia merekomendasikan beberapa saham pilihan antara lain ASRI, TLKM, JSMR, BBNI, ASII, INDF, dan SCMA.

Sementara itu, saham-saham utama Wall Street ditutup melempem. Indeks S&P 500 turun 0,22 persen ke level 3.435 dan Nasdaq Composite turun 0,28 persen menjadi 11.483. Begitu pun Indeks Dow Jones yang turun 0,35 persen ke level 28.210.

(hrf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK