IPO Perusahaan Jack Ma Diramal Salip Saudi Aramco

CNN Indonesia | Senin, 26/10/2020 13:15 WIB
Nilai pencatatan saham perdana (IPO) perusahaan milik Jack Ma, Ant Group, diprediksi melampaui US$35 miliar atau di atas rekor yang dipegang Saudi Aramco. Nilai pencatatan saham perdana (IPO) perusahaan milik Jack Ma, Ant Group, diprediksi melampaui US$35 miliar atau di atas rekor yang dipegang Saudi Aramco. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ant Group, perusahaan milik Jack Ma akan mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada pekan ini. Perusahaan teknologi keuangan itu akan tercatat di dua pasar saham sekaligus, yakni bursa saham Shanghai dan Hong Kong.

Melansir CNN, Senin (26/10), gelaran IPO itu diprediksi bakal mencetak rekor terbesar. Bahkan, nilai pencatatan sahamnya ditaksir bakal melebihi IPO perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco pada Desember lalu sebesar US$35 miliar.

Hal tersebut tentunya menjadi kemenangan besar bagi China. Pasalnya, negara tersebut ingin mendorong lebih banyak investor berpengalaman untuk memarkir uang mereka di saham perusahaan China.


Selain itu, pemerintah China mendorong lebih banyak perusahaan teknologi untuk mencatatkan saham mereka di bursa dalam negeri.

"Pemerintah China sangat senang menjadi tuan rumah juara nasional di salah satu pasar modal utamanya. Sebab, pada saat bersamaan banyak perusahaan China menghadapi hambatan politik lebih besar di luar negeri," kata Analis Senior Geoteknologi di Eurasi, Xiaomeng Lu.

Untuk diketahui, Ant Group merupakan mahkota kerajaan teknologi Jack Ma, yang terkenal dengan aplikasi Alipay. Aplikasi keuangan digital itu memiliki lebih dari 730 juta pengguna aktif secara bulanan.

Bukan hanya soal raihan IPO Ant Group yang mencetak rekor, kondisi tersebut menandakan jika pengaruh China pada bidang keuangan dan teknologi tumbuh. Ini bertepatan ketika ekonomi China mampu pulih dari pandemi covid-19 dibandingkan negara pesaing lainnya.

Lu mengatakan pemerintah China seolah mencoba mengirim pesan ke perusahaan teknologi kakap China.

"Ini adalah waktu yang sulit, dan kami mendukung Anda," katanya.

Seperti diketahui, perusahaan China memperhatikan sentimen ketegangan AS-China yang meningkat. Bahkan, ancaman dan pembatasan AS terhadap perusahaan teknologi China seperti TikTok dan WeChat seolah mengirimkan peringatan.

Di Wall Street, perusahaan China juga menghadapi pengawasan tambahan. Utamanya, setelah saham Luckin Coffee terdepak keluar dari bursa saham, karena aksi penyimpangan akuntansi.

[Gambas:Video CNN]

Imbasnya, anggota parlemen AS, lembaga pemerintah, dan bursa saham mengambil langkah membatasi akses yang lebih luas China ke pasar modal AS.

Mempertimbangkan kondisi tersebut, perusahaan seperti Ant Group memiliki alasan kuat untuk mencatatkan diri di bursa saham domestik. Dalam jangka panjang, hal itu seharusnya menguntungkan bagi China.

(ulf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK