95 Persen Agen Perjalanan 'Tiarap' di Era Covid-19

CNN Indonesia | Senin, 26/10/2020 17:28 WIB
Agen perjalanan mengapresiasi kebijakan pemerintah mensubsidi tiket pesawat, namun mereka juga meminta insentif bagi anggota Asita yang tiarap selama 8 bulan. Agen perjalanan mengapresiasi kebijakan pemerintah mensubsidi tiket pesawat, namun mereka juga meminta insentif bagi anggota Asita yang tiarap selama 8 bulan. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Anis Efizudin).
Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) mengungkapkan 90 persen hingga 95 persen dari total anggotanya, yang berjumlah 7.000 agen perjalanan, tidak menjalankan bisnis-nya selama delapan bulan terakhir karena pandemi covid-19.  

Ketua Umum Asita Nunung Rusmiati menyatakan kondisi itu sangat memukul industri agen perjalanan, karena mobilitas masyarakat dibatasi guna mencegah penularan virus corona.

"Poinnya, betul-betul anggota Asita ini 'tiarap'," ujarnya dalam diskusi virtual bertajuk Protokol Kesehatan di Bandara dan Tempat Wisata, Senin (26/10).


Namun, ia mengatakan sejalan dengan pelonggaran PSBB, bisnis agen perjalanan mulai bergeliat. Hal ini juga didorong dengan upaya pemerintah menghidupkan pariwisata domestik.

Misalnya, di Banyuwangi, Jawa Timur, sebanyak kurang lebih 1 juta wisatawan domestik sudah memanfaatkan jasa agen perjalanan dalam 1 bulan terakhir.

"Sebelum PSBB transisi, 90 persen-95 persen (anggota Asita) betul-betul tidak ada kegiatan, tur betul-betul tidak ada. Alhamdulillah, setelah satu bulan ini mulai ada gerakan," ucapnya.

Oleh sebab itu, ia menyatakan akan gencar mendorong anggotanya menyiapkan paket menarik bagi wisatawan domestik, khususnya menjelang libur panjang akhir Oktober hingga awal November ini.

Ia menegaskan paket wisata tersebut tetap mengutamakan protokol pencegahan penularan covid-19, sehingga para pelancong nyaman dan terhindari dari risiko.

Selain itu, ia menuturkan Asita mendorong anggotanya melakukan sejumlah kolaborasi baik dengan maskapai penerbangan, pemerintah daerah, hingga Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Tujuan kolaborasi itu guna menawarkan paket menarik kepada pelanggan. "Kami juga membuat program pay now, travel later. Dalam arti, misalnya kami memberikan garansi perjalanan selama 1 tahun," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]

Insentif Agen Perjalanan

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta pemerintah memberikan insentif kepada para agen perjalanan, yang terdampak pandemi covid-19. Mengingat, sebelum pandemi melanda, para agen perjalanan ini memiliki peran cukup penting dalam mempromosikan pariwisata hingga ke luar negeri.

Menurutnya, agen perjalanan juga memiliki kontribusi mendatangkan devisa ke dalam negeri dari wisatawan mancanegara sebelum pandemi.

"Saat ini, kami minta kepada pemerintah termasuk DPR agar stimulus cepat turun, karena saya tanya kepada anggota Asita belum ada stimulus sedikit pun kepada anggota Asita," terang dia.

Namun, ia mengaku mengapresiasi pemberian subsidi harga tiket pesawat untuk penerbangan domestik dalam bentuk penghilangan biaya Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) di 13 bandara.

Harapannya, insentif tersebut mampu menghidupkan kembali sektor pariwisata sehingga memberikan dampak positif kepada agen perjalanan.

"Apalagi, hari ini sudah ada subsidi pajak penumpang pesawat, itu suatu solusi supaya bisa mendorong untuk wisatawan domestik khususnya," tandasnya.

(ulf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK