Pinjol Minta Pemerintah Kebut UU Perlindungan Data Pribadi

CNN Indonesia | Rabu, 11/11/2020 14:21 WIB
Asosiasi pinjaman online meminta pemerintah segera merampungkan UU Perlindungan Data Pribadi agar bisa membukan peluang investasi. Asosiasi pinjaman online meminta pemerintah segera merampungkan UU Perlindungan Data Pribadi agar bisa membukan peluang investasi.Ilustrasi fintech. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Adrian Gunadi meminta pemerintah segera merampungkan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi.

Hal ini menurutnya penting jika Indonesia ingin seluas-luasnya membuka investasi asing di bidang teknologi informasi, termasuk teknologi finansial (Fintech).

"Kami sangat berharap UU Perlindungan Data Pribadi atau UU PDP diselesaikan karena ini penting untuk menjaga kedaulatan data, terutama jika negara ingin membuka investasi asing terutama di bidang teknologi," ujarnya dalam Fintech Summit 2020, Rabu (11/11).


Di samping itu, menurutnya, UU tersebut akan mendorong inklusi keuangan di Indonesia. Konsumen yang menggunakan aplikasi peer to peer (P2P) akan merasa lebih percaya diri karena mereka memiliki jaminan atas perlindungan data.

"Di seluruh negara di mana pun, UU ini penting bagi inklusi keuangan," ucapnya.

Menurut Adrian, kejelasan regulasi juga penting untuk memastikan ada keseimbangan antara investasi asing dengan pengusaha lokal. Karena itu, selain perlindungan data pribadi, pemerintah juga perlu mengatur kewajiban perusahaan asing bermitra dengan perusahaan lokal.

"Aturan perlu dibuat apakah nanti partner lokal bisa punya kontrol, apakah tetap bisa punya saham dan sebagainya," ucap Adrian.

Di samping itu yang tak kalah penting adalah regulasi tentang alih teknologi sehingga keberadaan investasi asing bisa turut mendorong peningkatan daya saing nasional.

"Kalau tiga hal itu bisa dijalankan, saya kira, kita sudah siap untuk membuka diri dan Indonesia akan jadi pasar yang cukup menarik bagi investasi di bidang teknologi," terangnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK