Jokowi: 56 Persen Pekerjaan di 5 Negara ASEAN Terancam Hilang

CNN Indonesia | Sabtu, 14/11/2020 15:19 WIB
Presiden Jokowi menyebut 56 persen pekerjaan di lima negara ASEAN terancam hilang akibat perkembangan dunia digital dan otomatisasi. Presiden Jokowi menyebut lima negara ASEAN akan terdampak otomatisasi. (Foto: Lukas - Biro Pers)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyatakan 56 persen pekerjaan di lima negara ASEAN terancam hilang akibat otomatisasi. Ini terjadi seiring dengan perkembangan digital yang semakin massal di masa pandemi Covid-19.

Mengutip setkab.go.id, Jokowi menyatakan ketergantungan dunia dengan teknologi semakin besar. Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), jaringan seluler telah mengjangkau lebih dari 95 persen populasi dunia dan 56 persen populasi di ASEAN adalah pengguna internet.

"Banyak jenis usaha lama yang tutup, banyak jenis pekerjaan lama yang tutup. Sekitar 56 persen pekerjaan di lima negara ASEAN terancam hilang akibat otomatisasi," ujar Jokowi dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (14/11).


Tantangan lainnya, sambung Jokowi, adalah kesenjangan digital di negara ASEAN juga masih sangat besar. Sebab, penetrasi internet sendiri belum merata di semua negara anggota.

"Dari 10 negara, hanya tiga negara yang memiliki penetrasi internet di atas 80 persen," imbuh Jokowi.

Untuk itu, Jokowi sadar bahwa pemerintah harus melakukan berbagai terobosan. Menurutnya, Indonesia harus mempercepat transformasi digital.

"Apalagi saat ini kegiatan ekonomi digital ASEAN masih kecil, hanya 7 persen dari total produk domestik bruto (PDB)," terang dia.

Ia mengatakan ada tiga hal yang harus dilakukan untuk mendorong transformasi digital dalam rangka menghadapi tantangan yang ada di depan mata. Pertama, memastikan revolusi digital yang inklusif.

"Revolusi digital yang inklusif ini membutuhkan access, affordability, dan ability. Tiga hal ini harus kami upayakan agar demokratisasi akses digital dapat berjalan, misalnya persiapan infrastruktur digital yang memadai dan merata," papar Jokowi.

Kedua, ASEAN harus menjadi pemain besar dalam ekonomi berbasis digital. Menurutnya, ASEAN tidak boleh hanya sekadar menjadi pasar dari ekonomi digital semata.

"Ekonomi digital harus membantu UMKM kawasan ASEAN untuk masuk dalam rantai pasok global. UMKM adalah tulang punggung ekonomi ASEAN karena UMKM mewakili 89 sampai 99 persen dari seluruh perusahaan di ASEAN," jelas mantan Wali Kota Solo itu.

Untuk itu, ia percaya transformasi digital UMKM akan mendorong perekonomian di ASEAN. Makanya, pemerintah di masing-masing negara ASEAN harus punya andil yang lebih besar dalam mendorong transformasi digital.

"Ini penting untuk menjadikan ASEAN menjadi kawasan yang digital friendly," katanya.

Sementara, Jokowi mengklaim Indonesia punya ekosistem yang cukup menjanjikan. Pasalnya, jumlah perusahaan rintisan di Indonesia mencapai 2.993 pada 2019 lalu. Jumlah itu menjadi yang terbesar di dunia.

Selain itu, Indonesia juga memiliki satu decacorn dan empat unicorn. Pemerintah, kata Jokowi, terus memberikan dukungan pengembangan digital dengan memberikan insentif berupa super tax deduction bagi industri yang berinvestasi dalam riset dan pengembangan.

Infografis Lika-liku Sejarah InternetInfografis Lika-liku Sejarah Internet. (Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)

Ketiga, pemerintah harus memperkuat sinergi untuk menciptakan ekosistem digital yang kondusif di ASEAN. Masing-masing negara di kawasan ASEAN harus bekerja sama untuk mengeliminasi hambatan perdagangan digital, membangun kepastian hukum, dan memperkuat kemitraan.

"Sinergi ini harus bersifat inklusif, tidak ada satupun yang boleh tertinggal. Itulah prasyarat jika ingin menjadikan kawasan ASEAN sebagai pemenang dalam era transformasi digital ini," tutup Jokowi.

Sebelumnya, lembaga McKinsey Indonesia mengatakan 23 juta pekerjaan akan tergantikan dengan otomatisasi. Otomatisasi sendiri merupakan penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin yang bekerja secara otomatis tanpa pengawasan manusia.

(aud/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK