Neraca Dagang RI-AS Surplus US$1,02 M di Tengah Corona

CNN Indonesia | Senin, 16/11/2020 16:29 WIB
BPS menyatakan RI mencatat surplus neraca dagang US$1,02 miliar dengan AS di tengah pandemi corona. Neraca dagang RI dengan AS surplus US$1,02 miliar kala pandemi corona. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Indonesia surplus neraca dagang nonmigas dari Amerika Serikat sampai Oktober 2020 di tengah pandemi virus corona atau covid-19. Surplus dagang juga didapat Indonesia dari para tetangga di kawasan Asia, yaitu Filipina dan India.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan surplus dagang dari AS terjadi karena realisasi ekspor dari Indonesia mencapai US$1,63 miliar pada bulan lalu. Sementara impor dari Negeri Paman Sam hanya sekitar US$609 juta.

"Negara yang paling besar menyumbang surplus adalah Amerika Serikat, neraca dagang kita surplus US$1.029,1 juta (atau US$1,02 miliar)," ucap Setianto saat rilis data neraca perdagangan periode Oktober 2020, Senin (16/11).


Selanjutnya, dari Filipina, Indonesia memperoleh surplus dagang sebesar US$570,8 juta. Surplus didapat dari ekspor mencapai US$614,7 juta, sedangkan impor US$43,9 juta.

Lalu dengan India, surplus dagang mencapai US$546,1 juta. Hal ini berasal dari ekspor yang mencapai US$874,4 juta, sementara impor produk dari Negeri Bollywood cuma US$328,3 juta.

Kendati begitu, Indonesia mencatatkan defisit neraca dagang dari beberapa negara. Yang terbesar adalah Australia, Ukraina, dan Hong Kong.

Tercatat defisit dagang dari Negeri Kangguru mencapai US$178,4 juta. Defisit terjadi karena impor mencapai US$376,6 juta, sedangkan ekspor cuma US$198,2 juta.

[Gambas:Video CNN]

Kemudian, defisit dari Ukraina sebesar US$158,1 juta yang berasal dari realisasi impor mencapai US$185,3 juta dan ekspor US$27,2 juta.

"Meski nilai dagang dari Ukraina ini tidak begitu besar, namun menyumbang defisit," ujarnya.

Selanjutnya, defisit dari Hong Kong senilai US$92,2 juta. Defisit terjadi karena ekspor hanya US$105,2 juta, sementara impor tembus US$197,4 juta.

Secara keseluruhan, neraca dagang Indonesia surplus US$3,61 miliar secara bulanan pada Oktober 2020. Realisasi ini merupakan yang terbesar sepanjang tahun ini di tengah pandemi corona.

Jumlah itu lebih tinggi dari surplus US$2,44 miliar pada September 2020 dan surplus US$161 juta pada Oktober 2019. Surplus terjadi karena nilai ekspor mencapai US$14,39 miliar, sedangkan impor cuma US$10,77 miliar.

Secara total, neraca perdagangan surplus US$17,07 miliar pada Januari-Oktober 2020. Realisasi ini lebih baik dari defisit US$1,79 miliar pada Januari-Oktober 2019.

(uli/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK