Corona, Sri Mulyani Sebut Pengangguran Naik 2,67 Juta Orang

CNN Indonesia | Senin, 23/11/2020 20:08 WIB
Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan kenaikan angka pengangguran terjadi seiring penurunan jumlah lapangan kerja selama pandemi virus corona. Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan kenaikan angka pengangguran terjadi seiring penurunan jumlah lapangan kerja selama pandemi virus corona. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan tingkat pengangguran akibat pandemi covid-19 meningkat 2,67 juta orang. Alhasil, total pengangguran per Agustus 2020 menjadi 9,77 juta orang.

"Tingkat pengangguran ini kalau kami lihat ada tambahan pengangguran akibat covid-19 adalah 2,6 juta orang," ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers, Senin (23/11).

Kondisi itu terjadi seiring penurunan jumlah lapangan kerja yang sebanyak 0,31 juta orang. Hal ini membuat total masyarakat yang bekerja per Agustus 2020 sebanyak 128,45 juta orang.


Sementara, tambahan pencari kerja hingga Agustus 2020 sebanyak 2,36 juta orang. Dengan demikian, total angkatan kerja hingga Agustus 2020 mencapai 138,2 juta orang.

Secara keseluruhan, total pekerja yang terdampak covid-19 mencapai 29,12 juta orang. Rinciannya, 2,56 juta orang tambahan pengangguran, 0,76 juta orang bukan angkatan kerja, 1,77 juta orang sementara tidak bekerja, dan 24,03 juta orang berkurang jam kerjanya.

"Ini tentu akan memengaruhi tingkat kesejahteraan mereka. Ini tantangan yang harus tetap diselesaikan akibat covid-19," jelas Sri Mulyani.

Di samping itu, Sri Mulyani menyatakan total pekerja formal juga turun 4,59 persen. Sebaliknya, pekerja informal meningkat per Agustus 2020.

[Gambas:Video CNN]

Dengan kondisi ini, ia bilang jumlah kemiskinan tahun ini sebenarnya berpotensi mencapai 10,96 persen. Namun, pemerintah berupaya menahannya dengan menggelontorkan beragam bantuan sosial (bansos) selama pandemi covid-19.

"Dengan ada perlindungan sosial, maka kami bisa menurunkan dampak buruknya dari yang seharusnya 10,96 persen menjadi 9,69 persen, jadi lebih rendah 1,5 persen," pungkas Sri Mulyani.

(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK