Jokowi Tegaskan Anggaran Belanja K/L Buat Pulihkan Ekonomi

CNN Indonesia | Rabu, 25/11/2020 13:04 WIB
Presiden Jokowi menyatakan alokasi belanja K/L sebesar Rp1.032 triliun, naik 23,44 persen dari tahun ini. Belanja diutamakan untuk mendukung pemulihan ekonomi. Presiden Jokowi menyatakan alokasi belanja K/L sebesar Rp1.032 triliun, naik 23,44 persen dari tahun ini. Belanja diutamakan untuk mendukung pemulihan ekonomi. (Muchlis - Biro Pers).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan seluruh anggaran belanja kementerian/lembaga (k/l) tahun depan difokuskan untuk mendukung pemulihan ekonomi usai dihantam pandemi virus corona. Proses pemulihan itu dilakukan melalui beberapa sektor, seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, perlindungan sosial, pembangunan teknologi dan informasi, serta ketahanan pangan.

Jokowi mengungkapkan alokasi belanja k/l pada 2021 mendatang sebesar Rp1.032 triliun. Angkanya naik 23,44 persen dari posisi 2020 yang sebesar Rp836,4 triliun.

Ia menyatakan beberapa kementerian mendapatkan anggaran cukup besar, yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Kementerian Pertanian (Kementan).


"APBN 2021 pemerintah mengalokasikan belanja Rp2.750 triliun, ini tumbuh 0,4 persen dibanding alokasi belanja di APBN 2020, alokasi ini terdiri dari belanja k/l sebesar Rp1.032 triliun," ucap Jokowi dalam penyerahan DIPA dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2021, Rabu (25/11).

Lalu, transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) 2021 ditetapkan sebesar Rp795,5 triliun. Angkanya naik 4,19 persen dari alokasi untuk 2020 yang sebesar Rp763 triliun.

Ia merinci pemerintah mengalokasikan dana untuk kesehatan sebesar Rp169 triliun, pendidikan Rp550 triliun, infrastruktur Rp417 triliun, perlindungan sosial Rp408 triliun, pembangunan teknologi dan informasi Rp169 triliun, dan ketahanan pangan Rp99 triliun.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan total alokasi belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 sebesar Rp2.750 triliun dan pendapatan negara Rp1.743 triliun.

"Dari total belanja itu, sebesar Rp1.032 triliun dialokasikan untuk 87 kementerian/lembaga," tutur Sri Mulyani.

Ia menambahkan pemerintah punya beberapa fokus dalam menggunakan APBN 2021. Salah satunya, melanjutkan penanganan pandemi covid-19.

"Ada program vaksin dengan total anggaran kesehatan Rp169 triliun," kata Sri Mulyani.

Lalu, prioritas lainnya adalah perlindungan sosial. Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp408 triliun untuk memberikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang terdampak pandemi.

"Program ini diharapkan semakin tepat sasaran dan efektif," pungkas Sri Mulyani.

[Gambas:Video CNN]



(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK