Cara Pesan Vaksin Corona Mandiri dari Bio Farma

CNN Indonesia | Rabu, 25/11/2020 14:07 WIB
Chief Digital Healthcare Office Bio Farma Soleh Ayubi membeberkan cara untuk memesan vaksin corona mandiri. Berikut rinciannya. Chief Digital Healthcare Office Bio Farma Soleh Ayubi membeberkan cara untuk memesan vaksin corona mandiri. Berikut rinciannya. Ilustrasi. (iStockphoto/simon2579).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bio Farma (Persero) mendapatkan tugas dari Kementerian BUMN untuk mendistribusikan vaksin corona mandiri atau berbayar ke masyarakat.

Chief Digital Healthcare Office Bio Farma Soleh Ayubi membeberkan cara untuk memesan vaksin corona tersebut.

Ia mengungkapkan perusahaan menyediakan tiga saluran untuk mendapatkan vaksin mulai dari aplikasi, situs web, hingga datang langsung (walk in). Alokasi saluran disesuaikan dengan karakteristik daerah. Hal ini bertujuan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.


"Untuk daerah-daerah yang teknologinya sangat masif, kami berharap sebagian besar orang pakai app in dan web in. Kalau di daerah yang belum maju, kami pakai walk in," ujar Soleh dalam webinar bertajuk Persiapan Infrastruktur Data Vaksinasi Covid-19, Selasa (24/11).

Proses untuk mendapatkan vaksin corona terdiri dari sejumlah tahap. Pada tahap pertama, WNI maupun warga negara asing (WNA) berusia 18 hingga 59 tahun perlu mendaftar untuk memesan lebih awal (preorder) vaksin tersebut.

Preorder diterapkan agar perusahaan dapat mengetahui kebutuhan vaksin di suatu daerah. Pengiriman dilakukan sesuai pesanan untuk mencegah penimbunan oleh oknum yang nakal.

"Enggak bisa 1 klinik bilang 'saya request 100 juta dosis' tanpa demand yang riil," ujarnya.

Dalam proses pendaftaran, perusahaan akan meminta Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP). Bagi pendaftar melalui aplikasi dapat memindai langsung kartu identitasnya.

Dalam tahap ini, perusahaan akan melakukan penyaringan awal untuk melihat apakah pemesan memenuhi kriteria.

"Harapannya, dengan proses ini kami akan mendapatkan data yang sangat valid dan bagus," ujarnya.

Apabila memenuhi kriteria, pemesan akan diminta untuk melakukan pembayaran dan melakukan reservasi. Setelah membayar, pemesan tinggal menunggu notifikasi pengingat terkait pilihan tempat dan waktu vaksinasi.

"Begitu kita tahu orang ini eligible, dua jam sebelum proses penyuntikan, kami akan kirimkan notifikasi," ujarnya.

Khusus untuk, klien dari korporasi, pegawai yang mendaftar tidak perlu membayar lagi karena sudah ditanggung perusahaan.

Sebelum vaksinasi, masyarakat akan diminta untuk mengisi form persetujuan. Selanjutnya, pemesan tinggal datang ke fasilitas vaksinasi pada waktu yang ditentukan.

"Form ini penting karena kalau si orangnya lagi sakit, enggak boleh divaksin, Ketika orang tersebut jawabannya eligible untuk divaksin, akan muncul scan barcode," ujarnya.

Pada waktu penyuntikan, petugas akan mencocokkan barcode pasien dengan NIK dan vial-ID.

Soleh juga mengingatkan masyarakat tidak bisa langsung meninggalkan tempat usai disuntik vaksin. Pasalnya, petugas akan memperhatikan kondisi pasien setidaknya selama 30 menit setelah disuntik untuk melihat apakah ada efek samping.

"Kalau semua oke, selesai, setelah dua minggu akan datang lagi untuk suntik kedua," ujarnya.

Masyarakat yang telah divaksinasi akan mendapatkan sertifikat. Data sertifikat itu akan diberikan ke kementerian atau institusi lain yang berkepentingan. Misalnya, BUMN transportasi.

[Gambas:Video CNN]

"Sehingga jika pasien ini mau naik kereta api mereka sudah bisa, karena KAI sudah dapat data masyarakat," jelasnya.

Terkait waktu pemesanan dan vaksinasi, Soleh menyerahkan arahan pemerintah.

"Akan ada semacam pengumuman yang dikoordinasikan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian Kesehatan kapan mulai vaksinasi baik pemerintah atau mandiri. Sosialisasi ini akan masif melalui media," ujarnya.

(ulf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK