Bank BUMN Salurkan Rp192,24 T Dana PEN Pemerintah

CNN Indonesia | Rabu, 02/12/2020 20:41 WIB
Wamen BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyebut Himbara telah menyalurkan Rp192,24 triliun kepada 28,91 juta masyarakat melalui program PEN. Wamen BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyebut Himbara telah menyalurkan Rp192,24 triliun kepada 28,91 juta masyarakat melalui program PEN. Ilustrasi. (Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo mengklaim Himpunan Bank-bank Milik Negara atau Himbara telah menyalurkan Rp192,24 triliun untuk 28,91 juta masyarakat.

Pria yang akrab disapa Tiko itu mengatakan penyaluran dana oleh Himbara merupakan bagian dari implementasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Dana tersebut disalurkan lewat berbagai program bantuan.

"Ini dukungan Himbara dalam program PEN, dana ini di luar restrukturisasi," ujar Tiko dalam diskusi webinar, Selasa (2/12).


Tiko menjabarkan kucuran dana itu terdiri dari penyaluran kredit ke sektor riil dari dana pemerintah sebesar Rp141,23 triliun. Lalu, subsidi bunga sebesar Rp4,76 triliun, penjaminan kredit korporasi Rp180 miliar, dan penjaminan kredit UMKM Rp9,77 triliun.

Berikutnya, bantuan presiden (banpres) produktif usaha mikro Rp15,94 triliun, kredit usaha rakyat (KUR) Rp5,21 triliun, dan subsidi gaji Rp15,15 triliun.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyatakan BRI melakukan restrukturisasi kredit sebesar Rp209,58 triliun per 27 November 2020. Kemudian, perusahaan menyalurkan kredit dari penempatan dana pemerintah sebesar Rp45 triliun, penjaminan kredit UMKM Rp7,06 triliun, dan subsidi bunga UMKM Rp3,83 triliun.

Selanjutnya, BRI mencatat menyalurkan banpres produktif usaha mikro sebesar 12,6 triliun, KUR super mikro Rp7,22 triliun, dan subsidi gaji Rp3,45 triliun.

[Gambas:Video CNN]

Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan dana untuk penanganan pandemi covid-19 dan PEN sebesar Rp695,2 triliun. Dana itu digelontorkan untuk berbagai klaster.

Rinciannya, untuk klaster kesehatan sebesar Rp97,9 triliun, perlindungan sosial Rp233,69 triliun, sektoral K/L dan pemda Rp65,97 triliun, dukungan UMKM Rp115,82 triliun, insentif usaha Rp120,6 triliun, dan pembiayaan korporasi Rp61,2 triliun.

(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK