Mengenang Masa Kejayaan Golden Truly

CNN Indonesia | Rabu, 02/12/2020 19:41 WIB
Pusat perbelanjaan Golden Truly di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat pernah menjadi primadona tempat belanja dan hiburan bagi warga Jakarta. Pusat perbelanjaan Golden Truly di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat pernah menjadi primadona tempat belanja dan hiburan bagi warga Jakarta. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kabar duka dari sektor ritel kembali muncul. Kali ini, manajemen resmi menutup pusat perbelanjaan Golden Truly Gunung Sahari pada 1 Desember 2020.

Dalam akun resmi Instagram @goldentruly, manajemen mengungkapkan pihaknya akan beroperasi melalui toko online. Sementara, mal akan dikelola oleh pengembang baru.

Golden Truly merupakan perusahaan ritel terkemuka pada zamannya, yakni pada masa 1990-an. Kalau bisa dibilang, Golden Truly merupakan primadona tempat belanja maupun hiburan bagi warga Jakarta.


Kala itu, Golden Truly bisa ditemui di berbagai kawasan, seperti Gunung Sahari, Fatmawati, Sudirman, Tendean, Depok, dan Blok M. Namun, kejayaannya tak bertahan lama.

Satu per satu gerai Golden Truly ditutup karena kalah pamor dengan mal yang lebih modern, seperti Grand Indonesia, Senayan City, Kota Kasablanka, dan beberapa mal lainnya.

Golden Truly di Gunung Sahari merupakan gerai terakhir yang ditutup. Kini, masyarakat tak lagi bisa menemui Golden Truly secara fisik.

Manajemen Golden Truly mengungkapkan pihaknya akan tetap memenuhi kebutuhan masyarakat melalui toko daring. Masyarakat bisa membeli produk tersebut lewat Tokopedia dan Shopee.

[Gambas:Instagram]

Dulunya, Golden Truly dikelola oleh PT Golden Retailindo Tbk (GOLD). Namun, perusahaan melepas Golden Truly dan bersulih nama menjadi PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur pada 2017 lalu.

Manajemen melepas kepemilikan saham Golden Truly Department Store karena pusat perbelanjaan itu terus mencatat kerugian. Visi Telekomunikasi pun mengubah portofolio bisnisnya menjadi penyedia infrastruktur telekomunikasi.

Sementara, Golden Truly saat ini dibawahi oleh PT Golden Anugerah Sejahtera (GAS) dan PT Golden Prima Retailindo yang merupakan anak usaha Visi Telekomunikasi Infrastruktur.

Visi Telekomunikasi Infrastruktur menjual seluruh kepemilikannya di Golden Anugerah Sejahtera sebesar Rp2,7 miliar. Penjualan juga dilakukan terhadap saham PT Golden Prima Retailindo yang dimiliki perseroan sebesar Rp1,5 miliar.

[Gambas:Video CNN]



(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK