Medan Banjir, Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan Elpiji Aman

CNN Indonesia | Jumat, 04/12/2020 14:10 WIB
PT Pertamina (Persero) distribusi BBM dan elpiji di Kota Medan aman meski sebagian wilayah terendam banjir pada Jumat (4/12). PT Pertamina (Persero) distribusi BBM dan elpiji di Kota Medan aman meski sebagian wilayah terendam banjir pada Jumat (4/12). Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana).
Medan, CNN Indonesia --

PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG/elpiji) aman meski banjir melanda Kota Medan, Sumatera Utara. Sebelumnya, hujan deras yang terjadi mulai Kamis (3/12) malam hingga Jumat (4/12) dini hari mengakibatkan ribuan rumah terendam banjir dengan ketinggian 1-3 meter. 

"Kami memastikan bahwa distribusi dan pasokan BBM untuk wilayah Medan - Binjai relatif aman," kata Unit Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Taufikurachman, Jumat (4/12).

Taufikurachman menyebutkan terdapat dua SPBU Reguler di sekitar lokasi yaitu SPBU 14203176 dan SPBU 142031145. Saat ini stok di kedua SPBU itu masih mencukupi.


"Beberapa ruas jalan di KM 9-10 Medan - Binjai tergenang air. Tapi stok di kedua SPBU tersebut masih mencukupi, selain itu pengiriman BBM juga tidak mengalami gangguan karena bisa diakses lewat jalan tol," lanjutnya.

Dalam mendistribusikan BBM di tengah banjir, Pertamina sudah memiliki berbagai alternatif guna memastikan distribusi BBM ke masyarakat dapat terus terpenuhi.

"Kami berharap genangan air segera surut, dan masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal," tutupnya.

Sebagai informasi, banjir merendam tujuh kecamatan di Kota Medan antara lain Kecamatan Medan Maimun, Medan Johor, Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Baru, Medan Petisah dan Medan Polonia.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Medan Nurly mengatakan dari tujuh kecamatan yang terdampak banjir, sebanyak 2.773 rumah, 1983 KK (kepala keluarga) dan 5.965 jiwa terdampak banjir. Dua orang yang sempat hilang terseret arus banjir ditemukan telah meninggal dunia. Selain itu empat orang lainnya belum ditemukan.

Banjir disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur Kota Medan sejak tadi malam. Bahkan kondisi itu diperparah dengan meluapnya Sungai Sunggal, Sungai Deli, Sungai Babura dan Sungai Denai. Banjir yang melanda kawasan Medan dengan ketinggian bervariasi dari 1-3 meter.

"Kota Medan diguyur hujan dari Kamis (3/12) pukul 21.00 WIB, dan ditambah debit air yang cukup besar dari hulu yang mengakibatkan kenaikan Tinggi Muka Air Daerah Aliran Sungai (TMA-DAS) di beberapa ruas sungai di Kota Medan," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]

Namun begitu, banjir terparah terjadi di Perumahan De Flamboyan Jalan Flamboyan Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Medan Sunggal. Di lokasi itu, bahkan arus banjir sangat deras sehingga petugas sempat kesulitan masuk ke lokasi.

"Personel Dit Samapta Polda Sumut turun ke lokasi. Ketinggian banjir 2-3 meter. Jumlah korban jiwa hingga saat ini belum dapat dipastikan. Dan saat ini sedang dilakukan evakuasi terhadap 145 kepala keluarga. Beberapa rumah tenggelam dan kenderaan banyak hanyut," ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.

(fnr/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK