2 Strategi Garuda Lepaskan Diri dari Tekanan Corona di 2021

CNN Indonesia | Selasa, 29/12/2020 06:44 WIB
Garuda Indonesia memiliki dua strategi dalam melepaskan diri dari tekanan kinerja akibat virus corona pada 2021 mendatang. Berikut rinciannya. Garuda Indonesia akan menerapkan dua strategi supaya bisa lepas dari tekanan corona pada 2021 mendatang. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra membeberkan strategi perseroan memulihkan kinerja dari tekanan corona pada 2021 mendatang.

Dia menyebut perseroan akan fokus menerbangkan penumpang baik rute domestik maupun internasional. Untuk rute internasional, maskapai nasional itu akan menitikberatkan pada jamaah umrah.

"Kami fokus di penumpang baik domestik atau internasional, termasuk yaitu umrah. Dengan catatan kondisi yang bisa diterima semua pihak, kalau ada batasan soal umrah, tentu akan kami ikuti," katanya pada konferensi pers virtual, Senin (28/12).


Dia juga mengatakan perseroan akan terus meninjau secara bertahap kemungkinan membuka rute perjalanan baru serta menambah frekuensi penerbangan.

Selain mencari pendapatan dari menerbangkan penumpang, ia menyebut perusahaan juga akan getol mengejar pertumbuhan kargo.

Melihat pertumbuhan kargo yang baik di era pandemi, Irfan mengatakan jika tak ada halangan, pihaknya akan meluncurkan pesawat khusus kargo di tahun depan.

Untuk memperkuat bisnis itu, pihaknya akan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda). Saat ini, ia menyebut Garuda telah menjalin kerja sama dengan Pemda Bali dan Pemprov Sulawesi Selatan dan Utara.

[Gambas:Video CNN]

Kerja sama dilakukan dalam pengangkutan ekspor hasil tangkapan laut Indonesia bagian timur.

"Kami berharap pendapatan di 2021 bisa 50 persen dibandingkan kondisi 2019. Itu janji kami ke Kementerin BUMN, di 2021 revenue akan 50 persen dibandingkan 2019, akan sangat menantang karena kami memperoleh pendapatan yang sangat besar dari Haji dan Umrah," jelasnya.

Tak memungkiri 2020 merupakan tahun penuh tantangan bagi maskapai, namun ia melihat tren peningkatan perjalanan yang signifikan. Pada Oktober 2020 misalnya, tercatat Garuda mengangkut 739 ribu penumpang, sementara pada awal pandemi maskapai hanya mampu menjual 30 ribu tiket.

"Garuda juga berhasil meningkatkan bisnis kargo dan menegosiasi ulang biaya pesawat dan penunjang lainnya. Perseroan menghemat US$15 juta di waktu mendatang," tutupnya.

(wel/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK