Alibaba Bakal Rilis Surat Utang US$5 M Bulan Ini

cnn, CNN Indonesia | Rabu, 06/01/2021 10:49 WIB
Raksasa e-commerce China, Alibaba Group Holding Ltd akan mengeluarkan obligasi dengan target dana terhimpun sebesar US$5 miliar. Raksasa e-commerce China, Alibaba Group Holding Ltd akan mengeluarkan obligasi dengan target dana terhimpun sebesar US$5 miliar.(CNN Indonesia/ Yusuf Arifin).
Jakarta, CNN Indonesia --

Raksasa e-commerce China, Alibaba Group Holding Ltd akan mengeluarkan obligasi dengan target dana terhimpun sebesar US$5 miliar.

Dikutip dari Reuters, empat orang sumber mengungkap obligasi yang akan dikeluarkan bulan ini kemungkinan bisa mencapai US$8 miliar. Dana yang terhimpun nantinya akan digunakan untuk pengeluaran umum Alibaba.

Namun, sumber mengungkap rencana obligasi termasuk jadwal, belum final dan dapat berubah. Ketika dikonfirmasi, Alibaba menolak berkomentar.


Seperti yang diketahui, nama Alibaba sedang ramai diperbincangkan. Pasalnya, pendiri Alibaba Jack Ma hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.

Ma terkenal sering mengkritik kebijakan ekonomi China. Alibaba yang sempat menjadi bisnis panutan dan menjadi representasi tonggak kesuksesan e-commerce China. Tapi bisnis itu berubah menjadi 'musuh' pemerintah.

Ini merupakan buntut dari kritik Jack Ma terhadap regulator China pada akhir Oktober 2020 lalu. Pada sebuah konferensi di Shanghai akhir Oktober 2020, ia mengkritik regulator China karena menghambat inovasi dan tidak memiliki risiko sistem keuangan yang sehat.

Tak lama berselang dari pernyataan tersebut, Ma diinterogasi oleh regulator pada 2 November 2020 atau hanya beberapa hari dari debut pencatatan saham perdana Ant Group. Interogasi tersebut berbuntut pada penangguhan Initial Public Offering (IPO) Ant Group oleh regulator China pada 6 November silam.

Imbasnya, grup tersebut kehilangan peluang mendapatkan US$37 miliar setara Rp525,77 triliun (mengacu kurs Rp14.210 per dolar AS) dari gelaran IPO itu.

[Gambas:Video CNN]



(age/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK