Melihat Gurita Bisnis Jack Ma sebelum Hilang Misterius

CNN Indonesia | Selasa, 05/01/2021 09:58 WIB
Taipan asal China, Jack Ma memiliki gurita bisnis sebelum dikabarkan hilang usai mengkritik pemerintahannya. Berikut daftarnya. Taipan asal China, Jack Ma yang kini hilang misterius memiliki gurita bisnis yang besar. (AFP/ROMEO GACAD).
Jakarta, CNN Indonesia --

Taipan asal China, Jack Ma dikabarkan menghilang sejak beberapa pekan terakhir. Dugaan muncul setelah Ma tidak muncul pada episode terakhir ajang besutannya, 'Africa's Business Heroes'.

Ma yang harusnya menjadi juri dari acara Jack Ma Foundation tersebut dihapus dari halaman web penjurian. Penyelenggara acara mengaku Ma memiliki kegiatan lain sehingga tidak menjadi juri.

Dugaan hilang muncul setelah Jack Ma memiliki 'masalah' dengan Presiden China Xi Jin Ping. Itu muncul setelah ia melontarkan kritik terhadap sistem regulasi keuangan China.


Kritik dinilai telah mengusik Xi. Setelah kritik itu, sejumlah rencana bisnis perusahaan Jack Ma kandas.

Setelah dipanggil oleh regulator China, keinginannya membawa perusahaannya Ant Group melantai di bursa pada November 2020 lalu kandas.

Regulator juga memerintahkan Ant Group untuk mengubah model bisnis mereka dan kembali menjadi penyedia layanan pembayaran.

Jack Ma memang bukan orang sembarangan di China. Ia memang memiliki gurita bisnis yang luar biasa dan membuatnya menjadi salah satu tokoh kuat di Negeri Tirai Bambu.

[Gambas:Video CNN]

Lantas seperti apa cengkeraman bisnis Jack Ma? Berikut rinciannya;

1. Alibaba.com

Bisnis pertama Jack Ma yang diluncurkan pada 1999 ini menjadi awal kesuksesannya. Sebelum menjadi raksasa e-commerce seperti saat ini, Alibaba merupakan marketplace untuk B to B berukuran kecil dan sedang.

Tapi, hanya berselang beberapa tahun, pada 2020 Alibaba telah memiliki 1 juta pengguna dan mendapatkan suntikan dana dari perusahaan dunia seperti Goldman Sachs and SoftBank.

Kesuksesan Alibaba membawanya berhasil melantai di New York Stock Exchange pada 2014 dan meraup US$25 miliar pada initial public offering/IPO.

Alibaba kini telah memiliki puluhan juta pengguna yang tersebar di lebih dari 190 negara dan menjadi e-commerce dengan pertumbuhan tercepat dunia.

Meski telah mengundurkan diri dari Alibaba pada 2013 sebagai kepala eksekutif perusahaan, Jack Ma tetap menjadi orang berpengaruh dalam perusahaan.


2. Ant Group

Di bawah Alibaba Group, Ant awalnya terbatas sebagai penyedia pembayaran daring. Namun, perusahaan berkembang menjadi raksasa fintech yang juga memberikan pinjaman kepada pelaku bisnis.

Didirikan pada 2014, Ant berasal dari Alipay yang didirikan pada 2004. Ant Financial menciptakan sistem kredit bersama dan platform layanan keuangan terbuka melalui inovasi teknologi, dan untuk menyediakan konsumen dan usaha kecil dengan layanan keuangan inklusif yang aman dan nyaman secara global.

Sempat akan melantai pada November 2020. Tapi, rencana tersebut gagal dieksekusi setelah Bursa Shanghai menangguhkan rencana tersebut.

Itu merupakan buntut dari kritik Jack Ma terhadap pemerintah China.

3. Lazada

Didirikan pada tahun 2012, Lazada adalah platform e-commerce terkemuka yang berkembang pesat di Asia Tenggara.

Sejauh ini, Lazada telah hadir di enam negara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Lazada tercatat melayani lebih dari 70 juta konsumen per 31 Maret 2020.

Lebih dari 75 persen paket Lazada melewati fasilitasnya sendiri atau armada first-mile selama periode yang sama. Lazada juga merupakan anak perusahaan Alibaba Group.

4. Youku

Youku adalah platform video panjang online terbesar ketiga di China dalam hal pengguna aktif bulanan per Maret 2020, menurut QuestMobile.

Youku adalah salah satu merek video online paling terkenal di China. Jangkauan Alibaba dari bisnis perdagangan ritel dan teknologi data miliknya memungkinkan Youku untuk memberikan media digital dan konten hiburan yang relevan kepada penggunanya.

Di saat yang sama, Youku membantu mendorong loyalitas pelanggan pada bisnis perdagangan inti Alibaba dalam bentuk penawaran konten pelengkap bagi pengguna. Alibaba Group mengakuisisi saham pengendali di Youku pada 2016.

5. 1688.com

Situs yang hadir tak lama dari Alibaba.com ini menjadi situs pasar grosir domestik di China. Pembeli dan penjual grosir di China dapat bertemu dalam platform ini.

Barang dagangannya pun bervariasi dari mulai pakaian, perabotan hingga makanan dan minuman. Memimpin pasar grosir domestik terpadu di Cina, membuat sejumlah besar pedagang di pasar ritel China mendapatkan persediaan mereka dari 168.com.

6. Taobao

Tak cukup hadir dalam sebuah situs, pada 2003 Alibaba melihat potensi ponsel seluler dan ekspansi ke sektor marketplace yang ramah untuk pengguna ponsel. Taobao Marketplace merupakan situs yang menyerupai e-Bay.

7. Alimama

Tak banyak yang mengetahui bahwa Alibaba pun memiliki perusahaan yang bergerak dalam teknologi pemasaran. Meluncur pada 2007, perusahaan yang telah berusia lebih dari satu dekade ini merupakan platofrm teknologi pemasaran yang sesuai dengan tuntutan pemasaran pedagang.

Melalui program pemasaran afiliasi, Alimama memungkinkan pemasar untuk menempatkan display pemasaran di situs web dan aplikasi pihak ketiga, sehingga memperluas jangkauan pemasaran dan promosi mereka ke properti dan pengguna di luar pasar Alibaba Group sendiri.

8. Ali Express

Tak cukup hadir dengan platform e-Commerce, pada 2010 Alibaba ekspansi layanannya ke jasa pengiriman barang.

Layanan jasa antar ini memungkinkan konsumen dari seluruh dunia untuk membeli langsung dari produsen dan distributor terutama di China. Selain situs global berbahasa Inggris, AliExpress mengoperasikan beberapa situs berbahasa lokal, termasuk situs dalam bahasa Rusia, Portugis, Spanyol, dan Prancis.

Pasar konsumen teratas di mana AliExpress populer adalah Rusia, Amerika Serikat, Brasil, Spanyol, dan Prancis.

9. TMall

Alibaba pun memiliki platform Business to Consumer (B2C) yang berdiri sejak 2008. Kali ini sasaran TMall merupakan konsumen 'kelas atas' dengan produk dan pengalaman belanja premium.

Sejumlah besar merek internasional dan Cina telah membangun etalase di Tmall. Menurut Analysys, Tmall adalah platform B2C terbesar di Cina dalam hal nilai barang dagangan pada 2017.

10. Alibaba Cloud

Salah satu dari tiga penyedia Infrastructure as a Service (IaaS) teratas di dunia.

Didirikan pada 2009, Alibaba Cloud menjadi lengan komputasi awan Alibaba Group. Berdasarkan data Gartner, perusahaan ini menjadi salah satu dari tiga penyedia IaaS teratas di dunia dan penyedia layanan cloud publik terbesar di China menurut IDC.

Alibaba Cloud menyediakan rangkaian lengkap layanan cloud untuk bisnis di seluruh dunia, termasuk pedagang yang melakukan bisnis di pasar Alibaba Group, start-up, perusahaan dan organisasi pemerintah.

11. Cainiao Network

Operator platform data logistik ini didedikasikan untuk memenuhi visi logistik Alibaba Group untuk memenuhi pesanan konsumen dalam 24 jam di China dan dalam 72 jam di tempat lain di dunia. Platform mengadopsi pendekatan untuk membangun jaringan pemenuhan nasional yang memanfaatkan kapasitas dan kemampuan mitra logistik untuk menawarkan layanan logistik domestik dan internasional.

12. DingTalk

DingTalk adalah tempat kerja kolaborasi digital yang menawarkan cara baru untuk bekerja, berbagi, dan berkolaborasi untuk perusahaan dan organisasi modern, termasuk sekolah dan lembaga pendidikan. Jutaan perusahaan dan pengguna menggunakan DingTalk untuk tetap terhubung dan bekerja dari jarak jauh. Menurut QuestMobile, DingTalk adalah aplikasi efisiensi bisnis terbesar di China dengan pengguna aktif bulanan pada Maret 2020. DingTalk merupakan bagian dari bisnis Alibaba Group.

(wel/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK