Erick Thohir: Vaksin Corona yang Didatangkan Terdaftar di WHO

CNN Indonesia | Jumat, 08/01/2021 06:33 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa vaksin corona yang didatangkan pemerintah telah melalui uji klinis dan terdaftar di WHO. Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa vaksin corona yang didatangkan pemerintah telah melalui uji klinis dan terdaftar di WHO. (Dok. Kementerian BUMN).
Bandung, CNN Indonesia --

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa vaksin corona yang didatangkan Pemerintah Indonesia telah terdaftar di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan telah melalui uji klinis.

"Jadi, jangan nanti ada pemikiran seakan-akan kita tidak mengikuti standar dunia, standar WHO. Sejak awal saya kemukakan vaksin-vaksin yang dilakukan pemerintah sudah ada di list WHO dan sudah melalui uji klinis," ujarnya dalam kunjungan ke Bio Farma di Bandung, Kamis (7/1).

Erick berharap program vaksinasi bisa berjalan dengan baik. Oleh karena itu, lanjut Erick, pihaknya bersama Bio Farma mencoba menjalankan tugas sebaik-baiknya agar rakyat bisa divaksinasi dengan baik.


"Kami juga memastikan tentu proses izin dari BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) dan EUA (Emergency Use Authorization/EUA) itu juga akan dapat keluar dan baru divaksin," jelasnya.

Erick juga menyampaikan telah bertemu dengan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menyampaikan bahwa proses kehalalan vaksin corona tersebut merupakan tugas pokok dan fungsi MUI.

"Alhamdulillah juga kemarin saya juga ketemu ketua MUI untuk menyampaikan bahwa proses yang namanya halal itu tupoksinya MUI. Jadi, kami tidak akan istilahnya mengklaim ini halal," tuturnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia berencana memulai vaksinasi corona pada Rabu (13/1). Vaksinasi akan dimulai di Jakarta dan diikuti 33 provinsi lainnya.

Pemerintah akan memborong 426 juta dosis vaksin dari beberapa perusahaan. Jumlah itu akan diberikan kepada 181 juta orang demi mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Jokowi menyebut pemerintah juga telah menyepakati pemesanan 329,5 juta dosis vaksin corona dari Sinovac, Novavax, COVAX/GAVI, AstraZeneca, dan Pfizer.

[Gambas:Video CNN]



(hyg/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK